MAMUJU — Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah Nirmalasari Aras dan Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah Litha Febriani mendatangi Command Center Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Barat. Keduanya diterima Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah.
Agenda utama kunjungan adalah memastikan jalur komunikasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi berjalan lancar. Mamuju Tengah termasuk wilayah yang perlu perhatian khusus dalam pemantauan kebencanaan.
Roll Call dengan PIC Mamuju Tengah
Dalam kunjungan itu, Nirmalasari dan Litha melakukan roll call langsung dengan Person in Charge (PIC) Mamuju Tengah melalui Command Center Pusdalops. Roll call dipakai untuk memperoleh informasi terkini soal kondisi kebencanaan di daerah tersebut.
Informasi yang digali mencakup kesiapsiagaan personel, kendala lapangan, serta perkembangan situasi terkini. Hasil roll call menjadi bahan bagi pemerintah kabupaten dalam menentukan langkah penanganan bila terjadi keadaan darurat.
Fungsi Pusdalops sebagai Jalur Informasi Cepat
Yasir Fattah menegaskan keberadaan Command Center Pusdalops merupakan bagian penting dalam sistem pemantauan dan koordinasi penanggulangan bencana di Sulawesi Barat. Menurutnya, informasi dari lapangan harus bisa dipantau dan diteruskan dengan cepat.
"Kita ingin memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi antara provinsi dan kabupaten berjalan dengan baik. Melalui Pusdalops, informasi dari lapangan dapat dipantau dan diteruskan secara cepat sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan," ujar Yasir Fattah.
Penguatan koordinasi itu, kata Yasir, sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Seluruh jajaran pemerintah daerah diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun kolaborasi menghadapi berbagai potensi bencana.
Sinergi Jangan Hanya Saat Bencana Terjadi
Yasir menambahkan, sinergi antara BPBD provinsi dan BPBD kabupaten perlu diperkuat pada tahap kesiapsiagaan dan mitigasi, bukan hanya ketika bencana sudah terjadi. Komunikasi sejak dini membuat setiap unsur memahami peran dan mekanisme koordinasinya.
"Koordinasi jangan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Kita perlu membangun komunikasi sejak tahap kesiapsiagaan, sehingga ketika terjadi keadaan darurat, seluruh unsur sudah memahami peran dan mekanisme koordinasinya," katanya.
Ia berharap komunikasi cepat, data akurat, dan koordinasi kuat bisa memperkuat perlindungan masyarakat Sulawesi Barat dari risiko bencana. "Dengan komunikasi yang cepat, data yang akurat dan koordinasi yang kuat, kita bersama-sama dapat memperkuat perlindungan masyarakat Sulawesi Barat dari risiko bencana," tutup Yasir Fattah.