Pencarian

Sekda Sulbar Minta RAD-PKSB 2026-2029 Seimbangkan Produksi dan Kesejahteraan Pekebun Sawit

Jumat, 06 November 2026 • 08:32:31 WIB
Sekda Sulbar Minta RAD-PKSB 2026-2029 Seimbangkan Produksi dan Kesejahteraan Pekebun Sawit
Sekda Sulbar Junda Maulana menilai RAD-PKSB dibutuhkan sebagai panduan pengembangan perkebunan kelapa sawit selama empat tahun ke depan.

MAMUJU — Junda Maulana menilai dokumen RAD-PKSB dibutuhkan sebagai panduan pengembangan perkebunan kelapa sawit selama empat tahun ke depan agar sejalan dengan RPJMD Sulawesi Barat. Dinas Perkebunan bersama tim perumus telah menyusun rancangan rencana aksi yang kini dibuka untuk masukan publik.

Menurut Junda, sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi Sulbar dengan kontribusi sekitar 47 persen. Subsektor perkebunan memberi kontribusi sekitar 30 persen terhadap perekonomian daerah.

Kelapa Sawit Jadi Komoditas Andalan di Tiga Kabupaten

Dari sejumlah komoditas perkebunan, kelapa sawit berperan besar terutama di Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamuju. Perkebunan sawit kini mulai berkembang di hampir seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.

Junda berharap forum konsultasi menjadi ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberi masukan terhadap rancangan RAD-PKSB. Sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian, mulai dari produktivitas, kualitas hasil, kelembagaan pekebun, legalitas lahan, hingga perlindungan lingkungan.

Jangan Pengusaha Sejahtera, Pekebun Tidak Diatur

Perhatian utama Junda adalah keseimbangan antara peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Dia tidak ingin hasil perkebunan hanya menguntungkan perusahaan sementara pekebun tidak merasakan dampaknya.

"Produksinya meningkat, tapi harus berimbas kepada kesejahteraan para petaninya. Jangan pengusahanya yang sejahtera, diatur sedemikian rupa tentang hak-haknya pengusahanya, tapi para pekebunnya ini tidak diatur. Harus berimbang, jadi aspek kesejahteraan dan aspek produktivitas itu harus jalan," tutur Junda.

Percepatan ISPO dan Penguatan Tata Ruang

Junda meminta penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit, terutama dalam pengaturan tata ruang dan kawasan hutan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Dia juga mendorong percepatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Sertifikasi itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan perkebunan sawit sesuai prinsip keberlanjutan sekaligus menjaga akses pasar. Persoalan lingkungan turut menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan dalam jangka panjang.

"Begitu selesai ada masanya selesai, tapi keberlanjutannya tidak kita jaga. Akhirnya yang rugi siapa? Yang rugi kita sendiri," ujarnya.

Sinergi Lima Pihak Jadi Kunci

Penyusunan RAD-PKSB diminta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, NGO, hingga asosiasi. Pengembangan perkebunan kelapa sawit membutuhkan koordinasi agar setiap pihak menjalankan perannya.

Junda berharap dokumen rencana aksi tersebut menjadi pedoman pengembangan perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bugispos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks