SULAWESI BARAT — Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, angkat bicara soal hiruk-pikuk yang menyelimuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Ia meminta semua pihak untuk tidak memperuncing perdebatan karena faktanya sistem pengelolaan haji nasional tengah berada dalam masa peralihan.
Alasan Cucun Minta Polemik KBIHU Diredam
Menurut Cucun, transisi dari sistem lama ke sistem baru dalam pengelolaan haji pasti memunculkan sejumlah ketidaksesuaian di lapangan. “Polemik KBIHU tak perlu menjadi perdebatan karena saat ini penyelenggaraan haji masih masa transisi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, masa transisi ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan regulasi dan tata kelola yang tengah dijalankan pemerintah bersama DPR. Cucun mengingatkan, fokus utama saat ini bukanlah saling menyalahkan, melainkan memastikan proses transisi berjalan mulus demi kenyamanan jemaah.
Konteks Polemik dan Posisi Timwas
Timwas Haji sendiri dibentuk DPR untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya. Polemik KBIHU yang dimaksud Cucun merujuk pada sejumlah keluhan terkait pelayanan, kuota, hingga biaya bimbingan yang dinilai belum optimal oleh sebagian calon jemaah dan penyelenggara bimbingan.
Namun, Cucun enggan memperbesar isu tersebut. Ia justru mendorong agar KBIHU dan pihak terkait lainnya bersabar dan beradaptasi dengan kebijakan baru yang sedang disempurnakan. “Ini wajar terjadi. Yang penting kita evaluasi bersama setelah masa transisi selesai,” tegas politikus Fraksi PKB itu.
Langkah Selanjutnya dan Evaluasi
Meski meminta polemik tidak dibesar-besarkan, Cucun memastikan Timwas Haji tetap akan menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal. Semua temuan di lapangan akan dicatat dan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji tahun depan.
Ia berharap, Kementerian Agama selaku regulator dapat terus berkomunikasi dengan KBIHU dan asosiasi terkait untuk menyelesaikan masalah teknis selama masa transisi. “Jangan sampai polemik ini mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah,” pungkasnya.