Pencarian

16 Camat Polewali Mandar Paparkan Persoalan Pasar Sampai Tambang, Komisi I DPRD Dorong Inovasi Renja 2027

Kamis, 30 Juli 2026 • 12:11:31 WIB
16 Camat Polewali Mandar Paparkan Persoalan Pasar Sampai Tambang, Komisi I DPRD Dorong Inovasi Renja 2027
camat Polewali Mandar paparkan persoalan pasar hingga tambang dalam rapat rencana kerja bersama Komisi I DPRD.

POLEWALI MANDAR — Sejumlah persoalan mendasar di tingkat kecamatan mengemuka dalam rapat rencana kerja Komisi I DPRD Polewali Mandar bersama para camat. Mulai dari pasar yang tidak berfungsi optimal, pengelolaan tempat wisata yang kalah cepat dengan swasta, hingga keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan rencana kerja tahun 2027.

Pasar di Binuang dan Polewali: Dari Los Sepi hingga Bangunan Tua

Camat Binuang, Andi Saggap, melaporkan bahwa pasar di wilayahnya belum bisa difungsikan secara maksimal. Penyebabnya, tidak ada tempat bagi pedagang untuk menyimpan dagangan pada malam hari. “Tiap selesai menjual, pedagang harus membawa kembali semua dagangannya sehingga biayanya lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Polewali, Masrullah, menyoroti kondisi bangunan Pasar Polewali dan Pasar Pekkabata yang sudah berusia sejak tahun 1990-an. Akibatnya, para pedagang enggan memanfaatkan los-los yang disediakan. Padahal, kedua pasar tersebut merupakan penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kecamatan Polewali.

Wisata Batetangga dan Polewali: Regulasi Retribusi Masih Mandek

Persoalan retribusi tempat wisata juga menjadi perhatian. Andi Saggap mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur agar kecamatan bisa memungut retribusi dari objek wisata seperti Batetangga. Akibatnya, potensi PAD dari sektor ini belum tersentuh.

Senada dengan itu, Camat Polewali, Masrullah, menambahkan bahwa pemerintah daerah kerap kalah cepat dibandingkan pihak swasta dalam mengelola tempat wisata. “Kadang kita baru mau datang, mereka sudah di dalam. Bahkan, ada pengelola yang bilang kalau kita tidak memberikan yang mereka butuhkan ketika baru akan mengelola, kalau sudah ramai baru kita datang,” tukasnya.

Sampah di Wonomulyo: Tiga Armada Lawan Tumpukan Sampah Pasar

Camat Wonomulyo, Samiaji, memaparkan persoalan penanganan sampah yang menjadi keluhan masyarakat, khususnya di Pasar Wonomulyo. Ia menyebut wilayahnya hanya memiliki tiga armada pengangkut sampah, jauh tertinggal dibandingkan Kecamatan Polewali yang memiliki 15 armada. “Ketika tempat pembuangan dibersihkan, sampahnya sampai meluber ke luar,” pungkas Samiaji.

Ketua Komisi I DPRD, Rahmadi, menegaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk me-refresh kondisi di kecamatan tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Ia berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk program inovasi camat yang dinilai besar manfaatnya bagi masyarakat. Rapat yang dibagi dalam beberapa sesi ini diharapkan mampu menemukan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mandarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks