SULAWESI BARAT — Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang 7th Indonesia Public Relations Awards 2026 yang digelar The Iconomics di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (6/8). GM Mining Support and Compliance MHU, Wiwin Suhartanto, menerima penghargaan tersebut mewakili perusahaan. Proses penilaian dilakukan melalui riset independen yang mengukur persepsi publik dan menganalisis reputasi digital perusahaan dengan melibatkan responden dari berbagai sektor.
Indikator Penilaian dan Kinerja Reputasi MHU
MHU tercatat mencatatkan capaian positif pada sejumlah indikator kunci penilaian. Indikator-indikator tersebut meliputi reputasi bisnis dan komersial, reputasi sumber daya manusia dan kepemimpinan, serta reputasi sosial dan kewargaan. Hasil ini menunjukkan pengakuan publik terhadap tata kelola perusahaan yang baik di luar sekadar kinerja finansial.
Wiwin menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan dari filosofi perusahaan dalam berkomunikasi. Menurutnya, komunikasi bagi MHU bukan hanya soal menyampaikan informasi, melainkan instrumen untuk membangun kepercayaan melalui konsistensi tindakan. "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan operasional pertambangan yang bertanggung jawab, menerapkan Good Mining Practice, serta memperkuat hubungan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (8/8/2026).
Strategi Komunikasi Berbasis Prinsip ESG
Di tengah meningkatnya sorotan terhadap industri pertambangan, MHU memilih untuk memperkuat keterbukaan informasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Perusahaan yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ini secara aktif mengomunikasikan berbagai aspek operasionalnya kepada publik. Fokus utama komunikasi perusahaan mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, keselamatan pertambangan, dan berbagai program keberlanjutan lainnya.
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan investor dan publik akan transparansi data di sektor ekstraktif. Dengan mengedepankan keterbukaan, MHU berupaya membedakan diri di tengah tantangan reputasi yang kerap dihadapi perusahaan tambang. Penghargaan dari The Iconomics ini menjadi bukti bahwa pendekatan komunikasi yang terstruktur dan berkelanjutan dapat menghasilkan persepsi positif dari berbagai pemangku kepentingan.
Bagi pelaku industri, pengakuan ini menegaskan bahwa investasi pada fungsi kehumasan dan hubungan masyarakat memberikan dampak terukur terhadap nilai perusahaan. Reputasi yang baik tidak hanya melindungi perusahaan dari risiko krisis, tetapi juga membuka peluang kemitraan dan pendanaan yang lebih luas. Ke depan, MHU diharapkan dapat mempertahankan standar ini dan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengelola komunikasi korporat secara bertanggung jawab.