Pencarian

550 Anak Putus Sekolah Sulbar Kembali Belajar, Pemprov Targetkan 1.700

Sabtu, 02 Mei 2026 • 15:38:56 WIB
550 Anak Putus Sekolah Sulbar Kembali Belajar, Pemprov Targetkan 1.700
anak putus sekolah di Sulawesi Barat berhasil kembali belajar melalui program Pemprov Sulbar.

Mamuju — Gerakan Kembali Bersekolah yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan hasil nyata dengan 550 anak tidak sekolah (ATS) kembali melanjutkan pendidikan. Pencapaian ini merupakan bagian dari target awal 1.700 anak yang tersebar di enam kabupaten dan 243 desa.

Rincian Pencapaian di Enam Kabupaten

Dari total 550 anak yang kembali bersekolah, Kabupaten Mamuju memimpin dengan 141 anak, diikuti Polewali Mandar 119 anak, Majene 102 anak, Mamasa 92 anak, Pasangkayu 69 anak, dan Mamuju Tengah 27 anak. Program ini diluncurkan di Ballroom Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar pada Sabtu (2 Mei 2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Tim lapangan yang terdiri dari 407 petugas melakukan verifikasi dan konfirmasi data di 243 desa dari total 560 desa di Sulawesi Barat. Petugas terdiri dari penyuluh lapangan KB, pendamping desa dari Program P3MD, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tenaga pendidik.

Penyebab Anak Putus Sekolah Beragam

Kepala Dinas Pendidikan Sulbar mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan sekolah. Sebanyak 314 anak berhenti karena menikah atau mengurus rumah tangga, 287 anak tidak berminat sekolah, 255 anak bekerja, dan 149 anak terkendala biaya pendidikan.

Faktor lainnya termasuk 87 anak terhambat jarak sekolah yang jauh serta 65 anak dipengaruhi lingkungan. Dari total 1.700 anak yang didata, sebanyak 1.033 anak menyatakan tidak ingin kembali bersekolah, sementara sisanya diketahui telah pindah domisili, meninggal dunia, atau memiliki kondisi lain.

Pemerintah Siapkan Dukungan Berkelanjutan

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengapresiasi capaian program meski mengakui hasilnya masih perlu ditingkatkan. "Dari 1.700 anak yang terdata, 550 berhasil kita kembalikan ke sekolah. Ini memang belum sampai 30 persen, tetapi menjadi langkah awal yang patut diapresiasi," ujarnya.

Pemerintah Provinsi telah menyiapkan dukungan komprehensif bagi anak-anak yang kembali bersekolah, termasuk penyediaan seragam, perlengkapan sekolah, hingga beasiswa guna mencegah mereka kembali putus sekolah. Program ini juga melibatkan 72 desa dari program Pastipadu yang berfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

Gerakan Kolaboratif Melibatkan Semua Pemangku Kepentingan

Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program pemerintah biasa, melainkan panggilan bersama seluruh pemangku kepentingan. "Ini adalah gerakan hati nurani yang membutuhkan dukungan semua pihak," katanya.

Kegiatan peluncuran dihadiri unsur Forkopimda Sulbar dan Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, serta diikuti secara daring oleh pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat. Momentum ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi masalah putus sekolah melalui kolaborasi lintas sektor.

Bagikan
Sumber: beritanasional.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks