SULAWESI BARAT — Archie Brown menempuh rute berliku sebelum berseragam Fenerbahce: meninggalkan Derby County pada usia 19, merintis karier di Liga Swiss, lalu Belgia, sampai akhirnya dibeli 7 juta poundsterling. Bek 24 tahun itu kini bersiap menghadapi Liverpool di Liga Champions di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul.
Laga Fenerbahce melawan Liverpool di Liga Champions menandai babak baru bagi Brown, pemain kelahiran Birmingham yang memulai karier junior di West Bromwich Albion sebelum pindah ke akademi Derby County. Bersama Derby, ia ikut mengantar tim muda klub itu meraih satu-satunya gelar juara nasional level usia.
Pada laga final antara juara wilayah Utara dan Selatan, Brown mencetak hat-trick saat Derby menang 5-2 atas Arsenal U18. Skuad Arsenal ketika itu diperkuat Bukayo Saka, yang sekarang menjadi bintang tim utama The Gunners.
Pindah ke Swiss demi Menghindari Nasib Pemain Pinggiran
Tahun 2021, Brown frustrasi karena minim kesempatan menembus tim utama Derby. Ia memutuskan hengkang ke klub Swiss, Lausanne Sport, pada usia 19 tahun.
"Perjalanan saya ke sini cukup tidak lazim. Saya tidak akan bilang itu selalu jadi rencana," kata Brown kepada BBC Sport.
Brown menjelaskan dua alasan di balik keputusannya. Pertama, ia melihat banyak pemain berbakat tertahan di pinggir tim utama, hanya bermain untuk tim U21, lalu di usia 22 atau 23 tahun belum punya pengalaman senior yang memadai. "Saya tidak ingin jadi korban pola itu," ujarnya.
Alasan kedua, ia ingin keluar dari lingkungan yang familiar, mempelajari bahasa baru, dan mengalami budaya lain agar tumbuh lebih dewasa. Setelah dua tahun di Swiss, Brown bergabung dengan klub Belgia, Gent, pada 2023, sebelum diboyong Fenerbahce pada 2025.
Fenerbahce Tengah Terpuruk, tapi Kandang Jadi Senjata
Fenerbahce tidak sedang dalam kondisi ideal. Setelah 10 pertandingan, mereka berada di peringkat keenam Liga Super Turki, tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Galatasaray.
Meski begitu, Brown yakin Liverpool akan menghadapi tantangan berat di Stadion Sukru Saracoglu yang berkapasitas 48.000 penonton. Liverpool punya kenangan manis di Istanbul lewat kemenangan final Liga Champions 2005 di Stadion Ataturk, tetapi mereka kalah dalam lima laga terakhir melawan klub Turki di kota itu.
"Tidak ada pembandingnya di sepak bola Inggris. Tidak ada stadion yang bisa meniru atmosfernya," kata Brown.
Menurutnya, komunikasi antarpemain kadang sulit karena suara penonton sangat bising, terutama saat lawan menguasai bola. "Tidak ada malam yang membosankan di Kadikoy," tambahnya.
Kartu Merah Pertama di Derbi Galatasaray
Tekanan bermain untuk salah satu dari tiga klub besar Istanbul memang besar. Pekan lalu, Brown kehilangan kendali dalam keributan seusai laga melawan Galatasaray dan mendapat kartu merah. Galatasaray menuduh Brown menyerang kapten mereka, Abdulkerim Bardakci. Brown dihukum larangan bermain tiga pertandingan, sementara Bardakci dua laga.
"Itu situasi yang unik. Saya selalu berusaha menunjukkan gairah di lapangan dan derbi-derbi seperti itu panas, jadi apa pun bisa terjadi," kata Brown, yang mengaku imannya membantu melewati momen sulit.
Ia menegaskan insiden itu bukan karakternya. "Itu kartu merah pertama saya dan semoga yang terakhir," ujarnya.
Gol Pertama Fenerbahce di Liga Champions Setelah 18 Tahun
Brown berperan sebagai pemain serba bisa, nyaman bermain sebagai bek kiri, bek tengah, maupun gelandang. Fleksibilitas itu terlihat saat ia mencetak gol pertama Fenerbahce di Liga Champions setelah 18 tahun, dalam laga imbang melawan Roma musim ini.
Menjelang laga melawan Liverpool, pelatih interim Fenerbahce, Dirk Kuyt, menyebut pertandingan itu sebagai peluang besar untuk menunjukkan kemampuan tim ke Eropa. Kuyt sendiri mantan pemain Liverpool.
Brown mengaku antusias menghadapi pemain sekelas Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Bradley Barcola. "Saya menyukainya. Kamu bermain sepak bola untuk malam-malam seperti ini," katanya.
Brown juga menargetkan karier di tim senior Inggris. Ia pernah memperkuat timnas muda Inggris dan mengidolakan Ashley Cole sebagai panutan. "Saya suka bermain bebas dan berusaha membuat penonton tersenyum," ujarnya.