Pencarian

IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi ke 6.000, Asing Net Sell Rp 1,56 Triliun

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:36:02 WIB
IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi ke 6.000, Asing Net Sell Rp 1,56 Triliun
IHSG ditutup melemah 0,83 persen ke level 6.071,14 pada sesi sebelumnya.

SULAWESI BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini setelah ditutup melemah 0,83 persen ke level 6.071,14 pada sesi sebelumnya. Aksi jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp 1,56 triliun, dengan TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas.

Head of Retail Research BNI Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berada dalam tekanan jual. Menurutnya, support indeks berada di rentang 6.000-6.050, sementara resistance di kisaran 6.100-6.120.

"Jika rebound sedikit hanya tes resistance di 6.100," ujar Fanny dalam risetnya.

Tekanan Jual Asing Masih Dominan

Net sell asing senilai Rp 1,56 triliun pada sesi sebelumnya menegaskan bahwa tekanan jual masih belum mereda. Investor asing tercatat paling agresif melepas saham TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI.

Kelima saham tersebut merupakan penghuni teratas daftar top seller asing. Pelemahan IHSG ke level 6.071,14 membuat indeks semakin dekat dengan area support psikologis di 6.000.

Enam Saham Pilihan untuk Dicermati

Di tengah tekanan pasar, Fanny menyiapkan sejumlah saham yang bisa menjadi perhatian investor. Berikut daftarnya:

  • BBNI — saham perbankan BUMN yang tetap menjadi pilihan utama
  • JARR — saham sektor teknologi yang masuk radar analis
  • TEBE — emiten yang bergerak di bidang energi
  • BFIN — saham perusahaan pembiayaan
  • ELTY — emiten properti yang masih diperhatikan
  • ICBP — saham consumer goods yang dinilai defensif

Strategi Investor di Tengah Koreksi

Dengan proyeksi support di 6.000-6.050, investor dapat mencermati peluang akumulasi jika indeks mendekati area tersebut. Namun, tekanan jual asing yang masih berlanjut menjadi sinyal kehati-hatian.

Rebound teknikal berpotensi terjadi jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.050. Sebaliknya, penembusan ke bawah 6.000 akan membuka ruang koreksi lebih dalam.

Fanny menekankan bahwa resistance di 6.100 menjadi level kunci yang harus ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah. Selama indeks tertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks