Pencarian

Disney+ Resmi Pegang Hak Siar Global Formula E Musim 2026/27, Gantikan Roku

Rabu, 12 Agustus 2026 • 00:21:31 WIB
Disney+ Resmi Pegang Hak Siar Global Formula E Musim 2026/27, Gantikan Roku
Disney+ resmi menjadi pemegang hak siar global Formula E mulai musim 2026/27, menggantikan Roku.

SULAWESI BARAT — Kabar ini menjadi perubahan besar bagi penggemar balap mobil listrik di seluruh dunia. Setelah beberapa musim terakhir menjadi tayangan utama di platform Roku, ajang Formula E kini pindah ke ekosistem Disney. Di Amerika Serikat, balapan juga akan tersedia di ESPN+, layanan streaming milik grup Disney yang fokus pada konten olahraga.

Jadwal Perdana dan Lokasi Seri Balapan

Musim perdana di bawah kontrak baru ini akan dibuka pada 18 Desember 2026 di Arab Saudi. Total ada 13 event yang digelar sepanjang musim, dengan 21 putaran balapan yang diperlombakan.

Selain Arab Saudi, kalender sementara juga mencakup kota-kota ikonik seperti Miami, Monako, dan Mexico City. Ini adalah kombinasi sirkuit jalan raya perkotaan dan sirkuit permanen yang menjadi ciri khas Formula E.

Mengapa Formula E Pindah dari Roku?

Roku sebenarnya telah menjadi partner setia Formula E sejak beberapa musim terakhir. Platform tersebut bahkan sempat memproduksi seri dokumenter khusus untuk mengangkat profil ajang balap listrik ini. Namun, kesepakatan tersebut tampaknya akan berakhir seiring dengan penandatanganan kontrak baru bersama Disney.

Keputusan ini menunjukkan ambisi Formula E untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Disney+ memiliki basis pelanggan global yang jauh lebih besar dibandingkan Roku, yang fokus utamanya adalah pasar Amerika Utara. Dengan jangkauan 140 negara, ajang balap mobil listrik ini berpotensi mendapatkan eksposur yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perbedaan Strategi Streaming dengan Formula 1

Menariknya, langkah Formula E ini justru berbeda dengan pendekatan yang diambil Formula 1. Ajang balap mobil paling bergengsi di dunia itu baru saja mengakhiri kerja sama dengan ESPN, yang juga bagian dari grup Disney, dan memilih Apple sebagai pemegang hak siar resmi untuk pasar Amerika Serikat.

Dua ajang balap ini kini mengambil jalur yang berlawanan. Formula 1 memilih raksasa teknologi dari Silicon Valley, sementara Formula E justru memperkuat diri di bawah naungan raksasa hiburan Hollywood. Perbedaan strategi ini akan menarik untuk diikuti, terutama dalam hal pertumbuhan jumlah penonton dan nilai komersial kedua ajang.

Apa Artinya bagi Penonton di Indonesia?

Bagi penggemar balap di Indonesia, kabar ini membawa angin segar. Disney+ Hotstar resmi beroperasi di Tanah Air, sehingga akses untuk menonton Formula E akan jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, penonton lokal harus mencari cara alternatif untuk mengikuti jalannya musim balap.

Dengan hadirnya Formula E di Disney+, penggemar Tanah Air tidak perlu lagi berlangganan layanan tambahan atau menggunakan VPN untuk menonton aksi para pebalap seperti Mitch Evans dan Pascal Wehrlein. Cukup dengan satu langganan Disney+, seluruh musim balapan bisa dinikmati langsung dari perangkat masing-masing.

Dampak bagi Industri Balap Listrik

Kesepakatan ini juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik secara global. Formula E selama ini berperan sebagai ajang uji coba teknologi baterai dan motor listrik yang kemudian diterapkan pada mobil produksi massal.

Dengan platform distribusi yang lebih luas, ajang ini berpotensi menarik lebih banyak produsen mobil untuk berpartisipasi. Semakin besar eksposur, semakin besar pula insentif bagi pabrikan untuk berinvestasi dalam pengembangan teknologi balap yang ramah lingkungan ini.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks