Pencarian

OpenAI Minta Hakim Tolak Gugatan Apple Soal Pencurian Rahasia Dagang

Jumat, 07 Agustus 2026 • 05:27:31 WIB
OpenAI Minta Hakim Tolak Gugatan Apple Soal Pencurian Rahasia Dagang
Pengacara OpenAI meminta hakim menolak gugatan Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang.

SULAWESI BARAT — Perseteruan hukum antara Apple dan OpenAI memasuki babak baru. Pengacara OpenAI dalam dokumen setebal 31 halaman yang diajukan pekan ini menegaskan bahwa gugatan Apple memelintir tindakan karyawan mereka dan hanya bertujuan menutupi masalah internal perusahaan.

Dua Karyawan Kunci yang Diseret ke Meja Hijau

OpenAI membela dua karyawannya yang disebut dalam gugatan. Yang pertama adalah Tang Yew Tan, Chief Hardware Officer yang menghabiskan 24 tahun di Apple sebagai VP desain produk iPhone dan Apple Watch. Tan keluar untuk mendirikan io Products bersama mantan kepala desain Apple, Jony Ive, sebelum akhirnya merger dengan OpenAI pada Juli 2025.

Menurut OpenAI, Tan hanya mengikuti praktik rekrutmen industri yang normal saat mewawancarai staf Apple. Yang kedua adalah Chang Liu, senior systems engineer yang dituduh Apple mengakses file hardware rahasia selama beberapa pekan setelah menemukan bug autentikasi.

OpenAI membantah tuduhan tersebut dengan menunjukkan bukti percakapan teks. "Liu hanya membantu mantan rekannya di Apple mencari informasi untuk pekerjaan mereka sendiri," tulis pengacara OpenAI. "Apple seharusnya tidak diizinkan menggunakan gugatan yang tidak berdasar dan dibuat-buat."

Argumen Utama OpenAI: Apple Gagal Identifikasi Rahasia Dagang

Inti pembelaan OpenAI adalah klaim bahwa Apple tidak pernah secara jelas mengidentifikasi informasi apa yang dianggap sebagai rahasia dagang yang dilindungi. OpenAI menegaskan tidak memiliki kepentingan terhadap materi rahasia Apple karena mereka sedang "membangun sesuatu yang sepenuhnya baru dan berbeda dari apa pun yang ada di Apple."

Menariknya, OpenAI justru menyalahkan praktik keamanan Apple sendiri. Mereka berargumen bahwa kebijakan Apple yang mengizinkan staf menggunakan akun iCloud pribadi untuk pekerjaan, dan kemudian memeriksa pesan pribadi yang tertinggal di perangkat perusahaan, justru yang menyebabkan mantan karyawan masih memiliki akses sistem. Bukan bukti pencurian terkoordinasi.

Dokumen pengajuan tersebut juga menyebut kata "gagal" dan variasinya hampir 50 kali, berulang kali membingkai kasus ini sebagai upaya Apple menutupi kesulitan internalnya sendiri.

Kronologi Hubungan yang Retak

Kisah perseteruan ini berawal dari kemitraan dua tahun antara Apple dan OpenAI untuk mengintegrasikan ChatGPT ke dalam Siri. Hubungan memburuk ketika OpenAI mulai merambah bisnis hardware, langkah yang dipercepat oleh akuisisi startup milik Ive.

Apple mengklaim lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI. Dalam gugatannya, Apple menuduh OpenAI menjalankan skema untuk menarik informasi produk rahasia dari kandidat pekerja dan karyawan baru.

OpenAI juga mengungkap detail menarik tentang awal mula komunikasi yang macet. Apple sebelumnya mengklaim OpenAI tidak pernah merespons upaya komunikasi pada Februari lalu. OpenAI membantah, menyebut bahwa konsultan hukum eksternal Apple lah yang keliru mengirim pesan ke karyawan OpenAI yang salah karena tertukar dengan nama belakang yang mirip.

Apple Minta Injunction, OpenAI Sebut "Berdasarkan Informasi Palsu"

Apple tidak tinggal diam dan mengeskalasi kasus ini dengan mengajukan permintaan preliminary injunction. Mereka meminta hakim menghentikan OpenAI menggunakan rahasia dagang yang diduga dicuri selama proses hukum berlangsung, plus percepatan proses discovery yang menyasar Liu, Tan, OpenAI, yayasannya, dan io.

Investigasi Apple juga menemukan 11 mantan karyawan tambahan yang mungkin menjadi saksi atau terlibat. Salah satunya diduga bertemu dengan Liu dan Yu-Ting Peng sebelum wawancara Peng di OpenAI untuk membahas informasi produk yang belum diumumkan. Karyawan lain diduga mengambil tangkapan layar dokumen rahasia produk Apple yang belum dirilis.

Setelah gugatan diajukan, beberapa mantan staf yang kini di OpenAI juga disebut menghubungi Apple untuk mengembalikan perangkat yang masih mereka simpan. OpenAI merespons permintaan injunction tersebut dalam postingan blog publik, menyebutnya "berdasarkan informasi palsu dan sama sekali tidak perlu."

OpenAI memiliki tenggat waktu 17 Agustus untuk merespons resmi permintaan injunction Apple. Sidang akan digelar pada 1 Oktober mendatang.

Bagi pengamat industri, kasus ini akan menjadi preseden penting bagaimana perusahaan teknologi mengelola perpindahan karyawan di tengah persaingan AI dan hardware yang semakin ketat. Terutama ketika batas antara mitra dan kompetitor menjadi semakin kabur.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks