Pencarian

Brimob Evakuasi Pemotor Patah Tulang Usai Tabrak Bus di Bekasi, Polisi Imbau Waspada Berkendara Dini Hari

Selasa, 11 Agustus 2026 • 10:39:01 WIB
Brimob Evakuasi Pemotor Patah Tulang Usai Tabrak Bus di Bekasi, Polisi Imbau Waspada Berkendara Dini Hari
Personel Brimob mengevakuasi pemotor yang mengalami patah tulang setelah menabrak bus di Bekasi, Selasa (11/8) dini hari.

SULAWESI BARAT — Kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat kondisi jalanan lengang. Tim Patroli Mobil (Patmob) Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya kebetulan melintas di lokasi dan langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta memberikan pertolongan pertama kepada korban.

“Saat melintas di lokasi, sepeda motor tersebut menabrak bagian belakang bus Dutra Parahyangan yang sedang berhenti,” kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).

Koordinasi Cepat Evakuasi dan Penanganan Laka

Setelah menemukan korban, personel Brimob tidak hanya mengamankan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan susulan. Mereka juga bergerak cepat berkoordinasi dengan RSUD Kota Bekasi untuk menerjunkan ambulans guna mengevakuasi RA yang menderita patah tulang. Selanjutnya, Unit Lalu Lintas Polsek Medan Satria dilibatkan untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti insiden tersebut.

Henik menegaskan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari tugas pelayanan publik yang melekat pada fungsi patroli rutin. Ia menyebut patroli yang digencarkan jajarannya tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga kehadiran negara di tengah warga yang membutuhkan pertolongan darurat.

“Patroli ini merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran Brimob dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Imbauan Keselamatan: Risiko Tersembunyi di Jalan Sepi

Insiden di Bekasi ini menjadi pengingat bahwa jalanan yang lengang pada malam hingga dini hari kerap memicu rasa percaya diri berlebih bagi pengendara. Padahal, risiko kecelakaan tetap mengintai, terutama jika konsentrasi menurun atau kecepatan kendaraan tidak terkontrol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan bahwa keselamatan berkendara tidak boleh ditawar, apa pun kondisinya. Ia meminta masyarakat menjadikan insiden ini sebagai evaluasi sebelum melaju, khususnya pada jam-jam rawan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, menjaga konsentrasi, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata Budi Hermanto.

Selain itu, Budi juga mendorong warga untuk proaktif melapor jika menyaksikan potensi gangguan keamanan atau peristiwa yang membutuhkan kehadiran aparat. Pelaporan yang cepat dinilai mampu memperpendek waktu tanggap (response time) kepolisian dalam menangani keadaan darurat di lapangan.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau melihat adanya potensi gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan kepolisian 110. Polri siap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban RA serta apakah pengemudi bus Dutra Parahyangan turut diperiksa oleh Unit Laka Lantas Polsek Medan Satria. Proses penyidikan masih berjalan untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan yang terjadi di kawasan padat aktivitas tersebut.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks