SULAWESI BARAT — Meta resmi mengumumkan pengujian batasan baru untuk konten yang bisa dilihat remaja secara berulang di Instagram. Kebijakan ini tidak melarang konten tertentu sepenuhnya, melainkan membatasi seberapa sering konten tentang berat badan, nutrisi, dan kecemasan muncul di halaman Explore, Reels, dan feed rekomendasi.
Menurut pernyataan resmi Meta, konten yang masuk dalam kategori ini tidak melanggar pedoman komunitas. Namun, jika ditampilkan berulang kali, Meta menilai dampaknya bisa negatif terhadap kesehatan mental dan citra diri remaja.
Konten Apa Saja yang Dibatasi?
Meta menyebutkan beberapa topik yang masuk dalam pengawasan baru ini, antara lain:
- Konten tentang berat badan dan bentuk tubuh (body image)
- Nutrisi dan program angkat beban (weightlifting)
- Cara mengatasi kecemasan (how to cope with anxiety)
- Topik lain yang berkaitan dengan kesehatan mental
Yang perlu dicatat, konten-konten ini tetap bisa muncul, tapi tidak akan ditampilkan berulang kali dalam waktu singkat. Tujuannya, menurut Meta, agar topik tersebut "seimbang dengan jenis konten lain, bukan ditunjukkan secara berulang."
Latar Belakang: Kekhawatiran Soal Algoritma dan "Rabbit Hole"
Langkah ini bukan kebetulan. Instagram sudah lama menghadapi kritik karena algoritmanya dinilai menjebak remaja ke dalam rabbit hole — istilah untuk kondisi di mana pengguna terus-menerus direkomendasikan konten serupa yang bisa memperburuk kondisi mental. Kekhawatiran ini bahkan sempat mengemuka dalam persidangan perdata soal kecanduan media sosial di Los Angeles, di mana juri akhirnya memenangkan pihak penggugat melawan Meta.
Sebelumnya, pada 2024, Meta sudah mengambil langkah serupa dengan mencegah remaja melihat konten "bernada seksual" dan memblokir istilah pencarian dewasa seperti kata kunci terkait alkohol dan kekerasan. Saat itu, Meta menyamakan akun remaja di Instagram dengan rating film PG-13 — perbandingan yang langsung ditolak Motion Picture Association.
Kapan Aturan Ini Berlaku?
Saat ini kebijakan masih dalam tahap uji coba. Meta belum menyebutkan jadwal peluncuran global. Namun, perusahaan juga mengonfirmasi bahwa pengaturan konten yang lebih ketat untuk akun remaja akan diperluas ke Facebook dan Messenger dalam waktu dekat. Kedua platform tersebut dijadwalkan mendapatkan pembaruan serupa "pada akhir tahun ini."
Belum ada informasi apakah kebijakan ini akan diterapkan di Indonesia. Namun, mengingat jumlah pengguna remaja Instagram di Tanah Air yang besar, perubahan ini patut diantisipasi oleh orang tua dan pengguna muda.