Pencarian

E-Bike Rivian Spin-off Also Mulai Dikirim Pekan Depan, Harga Rp 74 Jutaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 06:36:01 WIB
E-Bike Rivian Spin-off Also Mulai Dikirim Pekan Depan, Harga Rp 74 Jutaan
E-Bike TM-B buatan Also, perusahaan spin-off dari Rivian, mulai dikirim ke konsumen Amerika Serikat pekan depan dengan harga USD 4.500 atau sekitar Rp 74 juta.

SULAWESI BARAT — Also, perusahaan kendaraan mikro yang lahir dari Rivian, mengumumkan pengiriman e-bike pertama mereka, TM-B, akan dimulai pekan depan. Kabar ini datang setelah perusahaan mengalami penundaan berulang akibat gangguan rantai pasok global. Edisi Launch Edition yang dipasarkan seharga USD 4.500 (sekitar Rp 74 juta) telah mulai dikirim dari pabrik ke gudang mereka di Amerika Serikat.

Perusahaan menargetkan seluruh unit edisi perdana ini tiba di tangan konsumen antara pekan depan hingga September 2026. Bagi sebagian calon pembeli, kabar ini tentu melegakan setelah mereka menanti sejak pemesanan dibuka tahun lalu.

Perjalanan Panjang Sebelum Produksi Massal

TM-B bukan proyek dadakan. Gagasan e-bike ini berawal dari proyek internal rahasia (skunkworks) di Rivian pada 2022. CEO Rivian, RJ Scaringe, saat itu ingin melengkapi lini kendaraan listriknya dengan produk untuk pasar outdoor. Rivian bahkan sempat menggandeng firma desain milik Jony Ive, LoveFrom, untuk merancang konsep awal.

Pada Maret 2025, proyek ini resmi dipisahkan menjadi perusahaan mandiri bernama Also dengan suntikan dana USD 105 juta dari Eclipse. TM-B akhirnya diperkenalkan ke publik pada Oktober 2025 dengan target pengiriman awal musim semi 2026. Namun, tekanan rantai pasok memaksa perusahaan memundurkan jadwal menjadi Juli 2026.

Dalam pernyataan Juni lalu, Also menjelaskan bahwa lonjakan permintaan bahan baku dan komponen elektronik secara global menjadi biang keladi keterlambatan. "Tim teknik dan produksi kami bekerja tanpa henti untuk meminimalkan kendala ini tanpa memotong satu pun aspek keselamatan atau kualitas," tulis perusahaan di laman dukungan mereka. Pihak Also enggan merinci komponen spesifik apa yang menjadi penyebab penundaan.

Keluhan Pelanggan Soal Komunikasi

Penantian panjang ini memicu ketidaksabaran di kalangan konsumen. Di forum Reddit r/ALSOmicromobility, sejumlah pemesan mengeluhkan minimnya informasi dari pihak perusahaan. "Saya sangat frustrasi dengan kurangnya komunikasi dan miskomunikasi dari Also soal jadwal pengiriman," tulis salah satu pengguna. "Mengapa mereka terus berjanji padahal jelas tidak bisa ditepati?"

Beberapa pemesan lain memilih mengambil langkah lebih tegas. "Sudah tidak tahan, saya batalkan pesanan saya," tulis pengguna lain di thread yang sama.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar startup kendaraan baru tidak selalu soal teknologi, melainkan juga manajemen ekspektasi pelanggan dan layanan pasca-penjualan.

Ambisi Besar di Luar E-Bike

TM-B hanyalah langkah awal. Secara konsisten, Also menyebut dirinya sebagai perusahaan kendaraan, bukan sekadar produsen sepeda listrik. Mereka tengah mengembangkan kendaraan kargo bertenaga pedal dengan empat roda yang dipesan khusus oleh Amazon.

Selain itu, perusahaan juga sedang menggarap kendaraan pengiriman otonom untuk platform DoorDash. Artinya, keberhasilan pengiriman TM-B akan menjadi fondasi kredibilitas untuk proyek-proyek komersial berskala besar tersebut.

Target Pasar dan Relevansi untuk Indonesia

Dengan banderol Rp 74 jutaan, TM-B jelas menyasar pasar premium. Sepeda listrik ini dirancang untuk pengguna outdoor yang menginginkan alternatif transportasi ringan dengan kualitas build ala Rivian. Namun, untuk pasar Indonesia, harga segini masih sangat sulit bersaing dengan e-bike lokal yang harganya jauh lebih terjangkau.

Terlebih, regulasi dan infrastruktur sepeda listrik di dalam negeri belum sepenuhnya mendukung penggunaan e-bike berkecepatan tinggi di jalan raya. Meski begitu, kehadiran pemain global seperti Also menunjukkan bahwa segmen micro-mobility terus berkembang, dan bisa menjadi referensi bagi produsen lokal untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

Bagi konsumen Indonesia yang penasaran, sebaiknya pantau dulu ulasan pengguna internasional setelah pengiriman perdana ini berjalan. Pengalaman mereka akan menjadi indikator nyata apakah TM-B layak dipertimbangkan jika nantinya masuk pasar Asia Tenggara.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks