POLEWALI MANDAR — Puluhan pemuda dan pengelola wisata di Kabupaten Polewali Mandar mendapat pelatihan khusus merangkai narasi promosi destinasi. Pelatihan yang digagas Dispoparekraf Sulbar ini sengaja digelar di tengah kawasan asri Wisata Alam Rumede, Desa Kunyi, agar peserta bisa langsung mempraktikkan teknik observasi dan menggali cerita dari masyarakat setempat.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa metode promosi pariwisata konvensional yang hanya mengandalkan foto pemandangan sudah tidak cukup untuk menarik minat wisatawan.
Pariwisata Modern Butuh Cerita, Bukan Sekadar Pemandangan
Bau Akram Dai menyebut tren wisata saat ini bergeser dari sekadar kunjungan ke pencarian pengalaman. Menurutnya, destinasi akan lebih mudah diingat jika memiliki jiwa dan cerita yang kuat di balik keindahan alamnya.
"Pariwisata bukan sekadar tentang pemandangan alam yang indah, tetapi tentang jiwa dan cerita di balik tempat tersebut. Melalui outing class ini, kita berharap generasi muda dan pelaku pariwisata kita mampu 'menciptakan' destinasi," tegas Bau Akram Dai dalam arahannya.
Ia menambahkan, pelaku wisata harus mampu menyentuh emosi pengunjung. Cara bertutur tentang sejarah, kearifan lokal, hingga keunikan alam menjadi kunci untuk mengubah sekadar lokasi menjadi memori yang membekas.
Wisata Rumede Jadi Laboratorium Narasi Peserta
Pemilihan Wisata Rumede sebagai lokasi pelatihan dinilai strategis. Suasana alam yang masih asri berpadu dengan aliran sungai jernih menjadi medium yang tepat untuk memancing kreativitas peserta dalam mengamati detail dan merangkai kata.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan. Mereka diajak turun langsung ke area wisata untuk melakukan observasi, berdialog dengan warga, dan menggali cerita kearifan lokal yang nantinya diramu menjadi konten promosi yang bernyawa.
Dispoparekraf Fokus Genjot Kapasitas SDM Pariwisata
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dispoparekraf Sulbar dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelatihan serupa diharapkan mampu mendorong destinasi-destinasi lain di Sulawesi Barat untuk lebih berdaya saing di tingkat nasional.
Dengan bekal keterampilan storytelling ini, para pemuda dan Pokdarwis diharapkan mampu mengemas potensi wisata lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.