SULAWESI BARAT — Artikel ini disusun dari rilis resmi Lexus saat debut global NX terbaru. Pabrikan menyebut mobil baru mulai dijual ke pasar global pada akhir tahun ini, tanpa rincian harga maupun jadwal pemasaran per negara.
Bensin Dihapus, NX Menjadi Lineup Elektrifikasi Penuh
Perubahan paling mendasar ada di bawah kap. Lexus tidak lagi menyediakan varian bermesin bensin murni untuk NX. Semua pilihan tenaga kini mengandalkan sistem hybrid, dari yang paling sederhana sampai plug-in hybrid.
Keputusan ini konsisten dengan arah elektrifikasi Lexus. Konsekuensinya, konsumen yang masih nyaman dengan mesin konvensional harus berpindah ke teknologi yang lebih kompleks.
Tiga Varian: NX300h, NX350h, dan NX450h+
Lexus membagi NX baru dalam tiga level tenaga:
- NX300h — mesin 2.0 liter M20A-FXS bertenaga 150 PS, total tenaga sistem 197 PS.
- NX350h — mesin 2.5 liter A25A-FXS bertenaga 184 PS, total tenaga 245 PS. Tersedia opsi AWD dengan motor listrik belakang. Paket baterai lithium-ion kini lebih ringan 9,2 kg menjadi 23,5 kg, dan akselerasi 0-100 km/jam turun sekitar setengah detik menjadi 7,1 detik.
- NX450h+ — plug-in hybrid dengan mesin 2.5 liter dan dua motor listrik untuk AWD. Total tenaga 326 PS, akselerasi 0-100 km/jam 6,0 detik.
NX450h+ jelas menjadi model dengan performa tertinggi dan teknologi paling lengkap di lineup.
Inti Teknologi: PCU Terintegrasi, Baterai Lebih Ringkas
Di balik perubahan itu ada sistem hybrid generasi keenam Lexus. Power Control Unit (PCU) kini terintegrasi dengan motor listrik dan gearset E-CVT. Hasilnya, keseluruhan sistem lebih ringan 10 kg dan lebih ringkas 10 cm dibanding pendahulunya.
Inverter memakai semikonduktor silikon karbida yang mengurangi kehilangan energi. Lexus mengklaim efisiensi bahan bakar, keluaran daya baterai, dan beberapa aspek lain ikut membaik.
Pada NX350h, jumlah sel baterai dikurangi tanpa mengorbankan tenaga berkat sistem pendingin yang ditingkatkan. Bobot paket baterai turun 9,2 kg menjadi 23,5 kg. Penghematan bobot itu turut memangkas waktu akselerasi.
NX450h+ PHEV: Jarak Listrik 100 km dan Pengisian Cepat DC
Model plug-in hybrid mendapat perubahan paling besar. Kapasitas baterai bertambah 30 persen, mendorong jarak tempuh mode listrik murni naik hampir 30 km menjadi lebih dari 100