MAMUJU — Tim DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat turun ke lapangan memastikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil di Puskesmas Kalumpang benar-benar diterima oleh sasaran yang tepat. Pendampingan dilakukan langsung oleh Agustina Uta Tabang Kalua bersama Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan.
Dalam kesempatan itu, petugas gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Kalumpang mendapat bimbingan teknis singkat. Fokusnya pada penguatan pemahaman mulai dari penetapan sasaran penerima, proses pemberian makanan tambahan, hingga mekanisme pemantauan dan pencatatan pelaksanaan.
Dana BOK Kemenkes Wajib Tepat Sasaran
Pelaksanaan PMT di puskesmas merupakan intervensi pemerintah untuk menangani masalah gizi pada kelompok rentan. Dukungan pembiayaan program ini berasal dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan yang disalurkan langsung ke puskesmas.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pemantauan di lapangan penting dilakukan agar dukungan anggaran tersebut tidak berhenti pada proses administratif.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan PMT lokal betul-betul sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Yang paling penting adalah memastikan makanan tambahan diterima oleh sasaran yang tepat dan pelaksanaannya memberikan manfaat dalam upaya perbaikan status gizi,” ujar dr. Nursyamsi.
Koordinasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan Program Gizi
Menurut dr. Nursyamsi, penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, puskesmas, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar intervensi gizi berjalan berkelanjutan. Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan arah pembangunan kesehatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
“Intervensi terhadap ibu hamil dan balita merupakan investasi penting untuk membangun generasi Sulawesi Barat yang sehat. Karena itu, pelaksanaan program harus dikawal mulai dari tingkat provinsi hingga puskesmas dan masyarakat,” katanya.
Identifikasi Kendala di Lapangan
Pemantauan di Puskesmas Kalumpang juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melayani kelompok rentan. Dengan pengawasan berkelanjutan, pelaksanaan PMT diharapkan tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan, tetapi mampu mendukung perbaikan status gizi ibu dan anak serta berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat.