Pencarian

Dinkes Sulbar Larang Masyarakat Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Begini Risiko Jika Sembarangan Konsumsi

Senin, 07 September 2026 • 21:46:01 WIB
Dinkes Sulbar Larang Masyarakat Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Begini Risiko Jika Sembarangan Konsumsi
Dinkes P2KB Sulbar menegaskan antibiotik hanya boleh dibeli dengan resep dokter karena termasuk golongan obat keras.

MAMUJU — Kebiasaan membeli antibiotik di warung atau apotek tanpa resep dokter kini tidak bisa dilakukan lagi di Sulawesi Barat. Dinkes P2KB Sulbar menegaskan obat jenis ini masuk golongan keras yang hanya boleh dikonsumsi berdasarkan diagnosa tenaga medis.

Aturan ini ditegaskan Yulianus Dupa Budi dalam Dialog Interaktif RRI Mamuju, Senin (7/9/2026). Ia menyebut pengawasan ketat diperlukan karena penyalahgunaan antibiotik berdampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

Antibiotik Kini Wajib Resep Dokter

"Obat-obat antibiotik saat ini sudah tidak dapat dibeli tanpa dengan resep dokter. Karena antibiotik itu adalah termasuk golongan obat keras yang perlu diagnosa dokter," ujarnya.

Kebijakan ini menyasar seluruh apotek dan fasilitas kesehatan di delapan kabupaten se-Sulbar. Masyarakat yang membutuhkan antibiotik harus melalui pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk memastikan jenis dan dosis yang tepat.

Risiko Resistensi Mengancam Efektivitas Obat

Yulianus menjelaskan, konsumsi antibiotik yang tidak sesuai aturan memicu resistensi. Kondisi ini membuat bakteri menjadi kebal sehingga obat tidak lagi mampu membunuh kuman penyebab penyakit.

"Penggunaan antibiotik perlu pengawasan dari tenaga medis, jangan sampai terjadi untuk obat antibiotik ini bisa menimbulkan terjadinya resistensi. Artinya penggunaan obat juga tidak sesuai dan bisa jadi nanti menurunkan efektivitas daripada antibiotik itu di kemudian hari," jelasnya.

Resistensi antibiotik menjadi ancaman serius. Jika dibiarkan, infeksi yang seharusnya mudah diobati bisa berubah menjadi penyakit berat yang membutuhkan perawatan intensif.

Imbauan untuk Masyarakat Sulbar

Dinkes P2KB Sulbar meminta warga menghentikan kebiasaan mengonsumsi antibiotik sisa pengobatan sebelumnya atau membeli obat serupa saat gejala penyakit muncul kembali. Setiap keluhan kesehatan harus diperiksa tenaga medis agar pengobatan tepat sasaran.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi puskesmas terdekat atau fasilitas kesehatan lainnya di wilayah masing-masing.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks