Pencarian

Menag Resmikan Pembangunan Ponpes Al-Ikhlas Mamuju, Targetkan Jadi Percontohan Berstandar ISO di Sulbar

Selasa, 22 September 2026 • 08:31:01 WIB
Menag Resmikan Pembangunan Ponpes Al-Ikhlas Mamuju, Targetkan Jadi Percontohan Berstandar ISO di Sulbar
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Cabang Mamuju di Dusun Pasada, Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (21/9/2026).

MAMUJU — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Cabang Mamuju. Lokasi pembangunan berada di Dusun Pasada, Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Kegiatan tersebut berlangsung Senin 21 September 2026, setelah rangkaian agenda Menag bersama Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Menag menyebut ponpes ini akan menjadi yang terbaik di kawasan Sulawesi Barat. Ia berharap keberadaannya bisa menjadi acuan bagi pesantren lain di provinsi tersebut.

Standar ISO dan Kendali Mutu dari Inggris

Keunggulan Ponpes Al-Ikhlas Cabang Mamuju terletak pada konsep pembangunan yang memakai standar internasional. Hal itu mencakup kurikulum maupun sistem manajemen yang diterapkan.

Ponpes ini akan fokus pada jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode operasionalnya mengacu pada standar International Organization for Standardization (ISO), dengan sistem kendali mutu yang berada di bawah kendali Inggris.

"Karena memang kita menggunakan standar internasional. Jurusannya, jurusan IPA, kemudian metode operasionalnya kita pakai International Organization for Standardization (ISO). Kemudian kendali mutunya dibawa kendali Inggris," ujar Menag Nasaruddin.

Terbuka untuk Semua Golongan Umat Islam

Selaku Ketua Yayasan Pusat, Nasaruddin menegaskan niat mendirikan ponpes di berbagai daerah, termasuk Mamuju, semata-mata untuk meninggikan kalimat Allah. Bukan untuk mencari keuntungan materi.

"Kami tidak seperti yang lain-lain orang mendirikan pondok atau sekolah ingin mendapatkan keuntungan, tetapi kami sebaliknya hampir semua provinsi memberikan lahan dan nanti kami akan bangunkan," katanya.

Ponpes Al-Ikhlas bersifat inklusif dan terbuka untuk seluruh golongan umat Islam tanpa membedakan latar belakang organisasi kemasyarakatan.

"Ini bukan pondok pesantren khusus untuk NU, ini pondok pesantren khusus umat Islam tanpa membedakan golongan manapun juga. Jadi semua bisa masuk di sini karena kita ini satu, kita harus kompak kita harus bersatu karena kalau kita berpecah-pecah tidak mungkin kita bisa mencetak prestasi yang lebih baik," tegasnya.

Pesan Menag: Cetak Generasi Modern, Bukan Ekstrem

Menag mengingatkan pentingnya peran pesantren dalam mencetak generasi Islam yang modern, sejuk, dan tidak ekstrem. Ia menyoroti keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan penciptaan masyarakat tenang dan pemimpin umat yang sejuk.

"Yang paling penting Ponpes Al-Ikhlas ini bisa melahirkan umat Islam yang modern. Bukan umat Islam yang ekstrem kerjanya nyalahin orang, kerjanya memprovokasi orang," kata Menag Nasaruddin.

Menurutnya, ulama perlu mampu mengakomodir semua perbedaan dengan mengedepankan titik temu.

Seluruh Karyawan Dipastikan Warga Lokal

Dalam hal pemberdayaan masyarakat lokal, Menag memastikan seluruh karyawan yang akan dipekerjakan di Ponpes Al-Ikhlas Cabang Mamuju adalah warga setempat. Ia menyoroti praktik sejumlah ponpes yang membawa pegawai dari Jawa sehingga masyarakat sekitar hanya jadi penonton.

"Karena ada juga Ponpes itu tanpa menyebut nama A sampai Z pegawainya dibawa dari Jawa akhirnya masyarakat setempat jadi penonton. Itu bukan mendidik namanya itu, justru kita akan datang membawa rahmat buat masyarakat setempat. Apa yang kita cari adalah pahala, semakin banyak orang berdaya semakin banyak pahala yang kita peroleh," jelasnya.

Nasaruddin juga mengungkapkan kehadiran pesantren di suatu daerah akan membuka pintu rezeki bagi masyarakat sekitar.

"Kalau ada Ponpes di sini alam semesta ini juga akan bersahabat dengan kita. Insya Allah mata pencaharian juga di sini akan dibukakan rezekinya," ungkapnya.

Peringatan agar Pembangunan Bebas Korupsi

Di akhir sambutannya, Menag memberikan pesan tegas agar proses pembangunan Ponpes Al-Ikhlas Cabang Mamuju berjalan bersih. Ia menekankan pentingnya kekokohan bangunan secara fisik maupun moral.

"Agar bangunannya kokoh tidak boleh ada korupsi di dalamnya," tegas Menag RI.

Kehadiran Menteri Agama RI dalam peletakan batu pertama ini didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, Ketua DPRD Sulbar, jajaran Forkopimda, pengurus pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritanasional.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks