MAMUJU — Rangkaian ibadah diawali dengan pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan nasihat agama, dan ditutup doa bersama yang dipanjatkan untuk keamanan serta kedamaian negeri. Suasana kebersamaan semakin erat saat rangkaian ibadah usai, seluruh jamaah makan bersama di area masjid, duduk bersampingan, berbagi hidangan, dan saling berbagi senyum.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyebut kegiatan ini rutin digelar sebagai pengingat bahwa tugas menjaga keamanan tidak hanya bertumpu pada kesiapan fisik dan ketegasan aturan. Menurutnya, kekuatan sejati juga berasal dari keberkahan doa yang tulus dan keikhlasan dalam beribadah.
Doa Anak Yatim Jadi Penguat Tugas Kepolisian
"Kekuatan kita bukan hanya pada senjata dan kesiapan tugas, melainkan juga pada keikhlasan beribadah dan keberkahan doa anak-anak yang suci ini. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk menjaga negeri juga berarti mendekatkan diri kepada-Nya," tutur Kapolda dalam sambutannya.
Kapolda berharap setiap jamaah yang hadir memanjatkan doa terbaik untuk keluarga, institusi tempat mengabdi, dan terutama untuk keamanan serta ketertiban yang senantiasa terjaga di tanah air. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat.
Silaturahmi Polisi dan Warga Melalui Kebersamaan
Ikatan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat pun terjalin semakin kokoh melalui ibadah yang khusyuk, doa yang tulus, dan kebersamaan yang hangat. Polda Sulbar merajut kedamaian yang abadi untuk Sulawesi Barat tercinta melalui kegiatan rutin ini.
Kehadiran anak yatim di tengah jamaah menjadi makna mendalam bahwa keberkahan dari hati yang suci adalah bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga bumi Malaqbi tetap aman dan berkah. Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan institusi kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Barat.