SULAWESI BARAT — Manajemen BUMI mengumumkan transisi kepemilikan saham CPM pada Kamis (2/7) lalu. Nilai transaksi mencapai USD9.056.800 atau setara Rp151.991.223.923. Porsi saham yang dilepas terdiri dari 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C.
“Transaksi ini mencerminkan arah strategi Bumi Resources yang kini semakin berfokus pada aset-aset jangka dekat dengan kepentingan pengendali,” ungkap Manajemen BUMI dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (2/7).
Lokasi Tambang dan Skema Divestasi
CPM mengelola tambang emas yang berlokasi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dengan melepas saham ke BRMS, BUMI tidak benar-benar keluar dari bisnis emas. Perusahaan induk masih memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS.
“Perseroan tetap memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS,” pungkas manajemen dalam pernyataan yang sama.
Dampak bagi Perusahaan dan Investor
Divestasi ini masuk dalam agenda diversifikasi BUMI. Perusahaan tambang batubara raksasa itu ingin merampingkan portofolio dan mengarahkan modal ke inisiatif pertumbuhan yang lebih cepat menghasilkan. Bagi BRMS, akuisisi ini memperkuat posisinya di sektor mineral dan logam mulia.
Dalam jangka pendek, aksi korporasi ini tidak mengubah fundamental BUMI secara drastis. Namun, langkah ini memberi sinyal kepada pasar bahwa manajemen serius dalam merapikan struktur kepemilikan dan fokus bisnis. Investor bisa melihat transaksi ini sebagai upaya BUMI untuk meningkatkan efisiensi alokasi modal di tengah volatilitas harga komoditas.