MAMUJU — Sebanyak 34 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor mengikuti Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair 2026 yang digelar di Atrium Mall Matos Mamuju, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Barat.
Target Transaksi dan Pembiayaan Syariah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, mematok target ambisius dalam pameran ini. Selain nilai transaksi Rp1 miliar, BI juga membidik akses pembiayaan dari lembaga keuangan syariah senilai Rp500 juta.
“Madrasah Fair ini menjadi etalase awal hasil pembinaan Mandarpreneur Academy. Kami ingin memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” jelas Eka dalam sambutannya.
Kopi Sulbar Tembus 300 Ton ke Amerika Serikat
Salah satu kabar baik yang dibagikan dalam acara tersebut adalah keberhasilan produk kopi unggulan binaan BI Sulbar menembus pasar internasional. Melalui sinergi dengan kantor perwakilan BI di New York, Amerika Serikat, kopi asal Sulawesi Barat kini tengah dalam tahap penjajakan kerja sama bisnis.
“Sekitar dua bulan lalu, produk kopi unggulan Sulbar kami tampilkan di AS. Alhamdulillah, responsnya sangat positif dan kini sedang tahap penjajakan kerja sama bisnis dengan kebutuhan sekitar 300 ton setiap enam bulan,” ujar Eka optimis.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk lokal Sulbar memiliki daya saing tinggi jika dikelola dengan standar kualitas yang baik dan pembinaan berkelanjutan.
Kurasi Ketat dari 20 Kabupaten
Madrasah Fair 2026 menampilkan 20 UMKM makanan dan minuman olahan, 10 UMKM makanan basah, serta 4 UMKM sektor wastra (kerajinan kain tradisional). Mereka merupakan hasil seleksi dari program Mandarpreneur Academy yang melakukan roadshow dan identifikasi dari Pasangkayu hingga Polewali Mandar.
“Mandarpreneur Academy lahir dari kebutuhan bersama untuk membangun ekonomi kerakyatan yang lebih terstruktur. Kami melakukan roadshow dan identifikasi UMKM dari Pasangkayu hingga Polewali Mandar untuk menemukan pelaku usaha yang berpotensi menembus pasar nasional hingga global,” ungkap Eka.
Dukungan Pemprov Sulbar
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang mewakili Gubernur Sulbar memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan angka kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami ingin semakin banyak UMKM Sulawesi Barat yang mampu menembus pasar global sehingga memberikan nilai tambah nyata bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Eka. (*)