MAMUJU — Sorotan lampu biru khas kendaraan patroli Polri kembali menyisir jalan-jalan di wilayah hukum Mamuju, Selasa (23/6/2026) malam. Personel Ditlantas Polda Sulawesi Barat yang bertugas tidak sekadar berkeliling memantau situasi, tetapi juga aktif menyapa warga yang ditemui di pinggir jalan, tempat berkumpul, maupun pengendara yang melintas.
Pendekatan persuasif ini menjadi metode utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan rasa aman saat malam tiba. Komunikasi yang dibangun berlangsung santai, namun tetap menyasar pada penyampaian himbauan agar warga waspada dan menjaga ketertiban bersama.
Kehadiran Polisi agar Warga Tak Merasa Sendirian
Aiptu Yudhy Tri W., yang memimpin rombongan patroli, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. "Patroli Blue Light bukan sekadar berkeliling, melainkan bentuk komitmen kami agar masyarakat merasa tidak sendirian saat malam tiba," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran lalu lintas. Selain itu, patroli ini juga menjadi pengingat yang ramah bagi warga untuk tetap disiplin dan saling menjaga lingkungan masing-masing.
Pendekatan Persuasif Kunci Keselamatan
Menurut Aiptu Yudhy, pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Dengan cara ini, suasana yang kondusif, aman, dan nyaman dapat tercipta bagi seluruh warga Sulawesi Barat hingga larut malam.
Patroli Blue Light menyasar titik-titik yang dinilai rawan, termasuk area pemukiman dan pusat keramaian. Para personel menyempatkan diri berbincang dengan warga yang masih beraktivitas, sekaligus memastikan tidak ada potensi gangguan yang mengancam ketertiban.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya rutin Ditlantas Polda Sulbar dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada jam-jam rawan di malam hari. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar.