SULAWESI BARAT — Momen emosional itu terjadi setelah Nanik mengucapkan sumpah jabatan sebagai Kepala BGN. Presiden Prabowo yang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para menteri langsung menghampiri Nanik untuk memberi selamat. Nanik terlihat mengambil tisu dari saku roknya dan menyeka air mata yang terus mengalir.
Air Mata Nanik saat Disalami Jaksa Agung dan Kapolri
Tangis Nanik kembali pecah saat Jaksa Agung ST Burhanuddin menyalami dan berbincang sejenak dengannya. Hal serupa terjadi ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan ucapan selamat. "Pak Kapolri terima kasih, mohon bantuannya," ucap Nanik kepada Listyo seperti dikutip dari keterangan resmi.
Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Tiga Pimpinan BGN Baru Dilantik Bersamaan
Presiden Prabowo tidak hanya melantik Nanik. Dalam kesempatan yang sama, ia juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Agustina sebelumnya menjabat Wakil Kepala BPKP, sedangkan Trenggono merupakan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/M Tahun 2026. Keppres tersebut mengatur pemberhentian dan pengangkatan Kepala BGN serta Wakil Kepala BGN.
Isi Sumpah Jabatan yang Dibacakan Para Pejabat BGN
Presiden Prabowo memandu langsung pembacaan sumpah jabatan. "Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap para pimpinan BGN kompak.
Mereka juga berjanji akan menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. "Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung mereka dalam sumpah tersebut.
Latar Belakang: Kasus Korupsi yang Menjerat Pendahulu
Mutasi pucuk pimpinan BGN ini merupakan dampak langsung dari operasi penegakan hukum di lembaga tersebut. Dadan Hindayana, pendahulu Nanik, ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum atas dugaan korupsi dalam pengelolaan program MBG. Program yang menjadi andalan pemerintah ini kini berada di bawah kepemimpinan baru dengan harapan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.