SULAWESI BARAT — Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil Vietnam mengeluarkan instruksi tanggap darurat kepada seluruh Komite Rakyat di wilayah utara. Langkah ini menyusul peringatan Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional yang memprediksi curah hujan bisa melampaui 130 milimeter pada sore dan malam hari, dengan potensi intensitas lebih dari 100 milimeter hanya dalam tiga jam.
Potensi Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Padat Penduduk
Peringatan dini mencakup multi-ancaman. Selain banjir di dataran rendah, hujan deras diprediksi memicu banjir bandang di sungai-sungai kecil dan aliran air. Lereng-lereng perbukitan di kawasan utara juga masuk kategori rawan tanah longsor. Badai petir yang menyertai hujan lebat membawa risiko tambahan berupa tornado, petir, hujan es, dan angin kencang.
Lima Instruksi Konkret untuk Pemerintah Daerah
Dalam arahan yang dikeluarkan, pemerintah pusat meminta pemda melakukan lima langkah proaktif. Pertama, pemantauan ketat terhadap buletin peringatan dan prakiraan cuaca. Kedua, sosialisasi informasi secara cepat kepada otoritas lokal dan masyarakat agar warga bisa mengambil tindakan pencegahan secara mandiri.
Ketiga, peninjauan dan evakuasi warga yang tinggal di daerah berisiko tinggi terhadap banjir bandang dan tanah longsor ke lokasi aman. Keempat, mobilisasi pasukan tanggap cepat untuk membersihkan saluran air yang tersumbat. Kelima, penyiagaan pasukan lokal agar bisa segera membantu masyarakat mengatasi dampak jika bencana terjadi.
Penguatan Informasi hingga Tingkat Akar Rumput
Pemerintah daerah diminta memperkuat komunikasi publik, terutama di tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini mencakup penyebarluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan warga dalam menghadapi hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, tornado, petir, hujan es, dan banjir. Tujuannya agar masyarakat sadar dan mampu melakukan pencegahan secara proaktif untuk meminimalkan kerusakan.
Setiap daerah juga diwajibkan menyelenggarakan shift tugas secara serius dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala. Laporan ditujukan kepada Komite Pengarah Pertahanan Sipil Nasional melalui Departemen Pengelolaan Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.