Pencarian

Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG: Hujan Lebat dan Petir Ancam 5 Kecamatan di Sulawesi Barat, Warga Diminta Waspada Banjir Bandang

Kamis, 04 Juni 2026 • 16:11:01 WIB
Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG: Hujan Lebat dan Petir Ancam 5 Kecamatan di Sulawesi Barat, Warga Diminta Waspada Banjir Bandang
BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk lima kecamatan di Sulawesi Barat.

MAMUJU — Peringatan dini cuaca ekstrem jenis nowcast dikeluarkan BMKG untuk lima kecamatan di Sulawesi Barat, baru-baru ini. Peringatan ini berlaku dalam rentang waktu 0-2 jam ke depan sejak dikeluarkan, berdasarkan pemantauan real-time radar cuaca dan citra satelit yang menangkap pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut.

Lima Kecamatan yang Masuk Zona Waspada

BMKG secara spesifik menyebutkan lima kecamatan yang harus waspada, yaitu Bambaira, Kalumpang, Sarjo, Sumarorong, dan Tapalang. Kelima wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang berbeda, mulai dari dataran tinggi hingga pesisir, yang masing-masing memiliki kerentanan tersendiri terhadap cuaca ekstrem.

Bambaira dan Kalumpang, misalnya, merupakan wilayah berbukit yang sangat rawan longsor saat hujan deras. Sementara itu, Tapalang yang berada di dataran rendah berpotensi mengalami genangan air cepat akibat aliran dari daerah yang lebih tinggi. Sarjo dan Sumarorong menghadapi risiko ganda, yaitu genangan lokal dan aliran permukaan yang deras.

Tiga Dampak Utama yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

BMKG menekankan tiga dampak utama dari peringatan cuaca ini. Pertama, jarak pandang yang berkurang drastis, terutama di jalur trans Sulawesi yang melintasi wilayah-wilayah tersebut. Kabut tebal yang menyertai hujan lebat dapat menurunkan visibilitas hingga di bawah 50 meter, sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Kedua, angin kencang yang menyertai sistem konvektif ini. Kecepatan angin diperkirakan bisa mencapai 40 hingga 60 km per jam dalam durasi singkat. Kondisi ini berpotensi merobohkan pohon tua, papan reklame, dan atap bangunan ringan. Nelayan di pesisir Tapalang juga diminta tidak melaut karena kondisi laut yang diperkirakan bergelombang.

Ketiga, ancaman banjir bandang atau banjir lokal. Hujan konvektif dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan sungai kecil dan drainase meluap hanya dalam hitungan 15 hingga 30 menit. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan dataran rendah diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.

Konteks Kerentanan Wilayah dan Respons Pemerintah

Sulawesi Barat merupakan salah satu provinsi yang secara geografis rentan terhadap cuaca ekstrem. Posisinya yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar menjadikannya jalur masuk massa udara lembap dari laut, yang kemudian bertemu dengan topografi pegunungan dan menghasilkan hujan konvektif yang intensif.

Data historis mencatat, wilayah seperti Kalumpang dan Bambaira kerap mengalami banjir bandang pada periode cuaca ekstrem. Hal ini diperparah oleh keterbatasan sistem peringatan dini dan infrastruktur mitigasi, serta perubahan tata guna lahan yang mengurangi daya serap tanah.

Pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, diharapkan sudah mengaktifkan sistem siaga. Ini mencakup pengerahan tim tanggap darurat, penyiapan posko evakuasi, serta koordinasi dengan TNI-Polri dan relawan lokal untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.

Imbauan untuk Aktivitas Sehari-hari dan Sektor Ekonomi

Masyarakat di lima wilayah tersebut disarankan untuk menunda aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama di area terbuka atau dekat sungai. Orang tua diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di luar saat hujan intensif turun.

Pengemudi kendaraan diimbau untuk menyalakan lampu utama, mengurangi kecepatan, dan menghindari melintasi genangan air yang tidak diketahui kedalamannya. Sementara itu, pemilik rumah di lereng bukit perlu mewaspadai tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau air yang keluar dari lereng.

Dari sisi ekonomi, peringatan ini berdampak pada sektor pertanian dan perikanan. Petani yang sedang dalam masa panen atau tanam disarankan untuk mempercepat atau menunda kegiatan mereka demi menghindari kerugian akibat cuaca buruk.

Bagikan
Sumber: journalarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks