SULAWESI BARAT — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menandatangani nota kesepahaman baru dengan Port of Los Angeles untuk memperluas kerja sama bisnis kepelabuhanan dan logistik, diumumkan pada 7 November 2026. Kesepakatan ini menjadi landasan penjajakan layanan pelayaran, digitalisasi, hingga green port antara Indonesia dan Amerika Serikat. Bagi pelaku ekspor-impor, penguatan jalur Tanjung Priok–Los Angeles berpotensi memangkas waktu dan biaya pengiriman barang.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan kolaborasi dengan pelabuhan terbesar di Pantai Barat Amerika Serikat itu bertumpu pada rekam jejak kemitraan yang sudah berjalan sejak 2019. Menurut dia, MoU terbaru membuka ruang penjajakan berbagai inisiatif bisnis yang memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
"Kedua pihak telah memiliki rekam jejak kemitraan yang baik, dan melalui MoU ini kami berharap dapat menjajaki berbagai inisiatif bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak," ujar Achmad lewat siaran pers, dikutip Sabtu (7/11).
Jalur Tanjung Priok–Los Angeles Jadi Fondasi
Kemitraan Pelindo dan Port of Los Angeles telah terbangun sejak 2019, antara lain lewat promosi bersama layanan pelayaran CMA CGM Columbus-JAX yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Los Angeles. Jalur itu menjadi salah satu landasan kedua pihak menjajaki pengembangan layanan dan konektivitas perdagangan.
Hubungan keduanya kemudian diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Agustus 2026. LoI tersebut menjadi dasar penjajakan kemitraan yang lebih luas, yang kini berlanjut ke MoU terbaru.
Apa Saja yang Disepakati?
Melalui MoU ini, Pelindo dan Port of Los Angeles akan menjajaki kolaborasi pada pengembangan bisnis kepelabuhanan dan logistik, peningkatan konektivitas dan layanan pelayaran, fasilitasi perdagangan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan dan ekosistem pendukungnya.
Kerja sama juga mencakup pertukaran pengetahuan soal tata kelola kepelabuhanan, optimalisasi rantai pasok lewat digitalisasi, pengembangan green port, serta riset dan inovasi. Semua diarahkan untuk mendorong efisiensi dan daya saing layanan kepelabuhanan.
Transformasi Digital dan Platform ADHARA
Salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan adalah transformasi digital. Achmad menyebut ada penjajakan pertukaran pengetahuan terkait Port Optimizer yang dipakai Port of Los Angeles dan ADHARA, platform yang baru diluncurkan Pelindo untuk menghubungkan ekosistem maritim dan logistik.
Pertukaran itu diharapkan membuka ruang pembelajaran bersama dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. "Kedua pihak juga berpeluang memperluas kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan keunggulan operasional, serta penerapan praktik kepelabuhanan yang ramah lingkungan," lanjut Achmad.
Respons Port of Los Angeles
Executive Director Port of Los Angeles Eugene D. Seroka menyambut baik penguatan hubungan kedua pihak. Menurutnya, kemitraan dengan Pelindo mencerminkan komitmen bersama memperkuat konektivitas perdagangan maritim serta menjajaki peluang kerja sama bisnis baru antara Indonesia dan Amerika Serikat.
"Berlandaskan hubungan baik yang telah terjalin sejak lama, kami berharap dapat memperluas kolaborasi dalam pengembangan pelabuhan, peningkatan keunggulan operasional, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman," kata Seroka.
Langkah Selanjutnya
Kedua pihak akan menjajaki penyusunan program kerja prioritas dan tindak lanjut teknis. Fokusnya mengidentifikasi peluang bisnis yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan dan ketentuan masing-masing pihak.
"Kami berharap MoU ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi landasan bagi terwujudnya kolaborasi bisnis yang konkret, memberikan nilai tambah bagi kedua pelabuhan, serta berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas perdagangan dan kelancaran rantai pasok global," ujar Achmad.
Bagi Pelindo, kesepakatan dengan Port of Los Angeles memperpanjang daftar jejaring internasional perusahaan pelat merah itu. Setelah sebelumnya fokus membenahi konektivitas domestik lewat integrasi pelabuhan, langkah ke pasar Amerika Serikat menandai upaya perseroan mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global.