Pencarian

Pelindo Resmikan Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, Tarik Investasi Rp 6 Triliun untuk Dongkrak Arus Barang Nasional

Minggu, 02 Agustus 2026 • 14:05:01 WIB
Pelindo Resmikan Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok, Tarik Investasi Rp 6 Triliun untuk Dongkrak Arus Barang Nasional
Pelindo meresmikan Terminal 2 Petikemas Tanjung Priok dengan investasi Rp 6 triliun untuk meningkatkan kapasitas arus barang nasional.

SULAWESI BARAT — Peresmian Terminal 2 Petikemas ini bukan sekadar seremoni. Pelindo menanamkan investasi senilai Rp 6 triliun untuk membangun dan memodernisasi fasilitas yang sebelumnya bernama Terminal 2 JICT ini. Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyebut terminal ini dirancang untuk menjawab lonjakan volume perdagangan internasional yang terus meningkat pasca-pandemi.

"Dengan pengoperasian terminal ini, kami optimistis waktu tunggu kapal atau waiting time di Tanjung Priok bisa turun dari rata-rata 2,5 hari menjadi di bawah 1 hari," ujar Arif dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (15/4).

Kapasitas Melonjak, Efisiensi Jadi Target Utama

Terminal yang mulai beroperasi penuh ini memiliki kapasitas terpasang mencapai 2,5 juta TEUs per tahun. Sebelumnya, kapasitas terminal ini hanya sekitar 1,8 juta TEUs. Artinya, ada tambahan ruang gerak hampir 40 persen untuk menampung kontainer ekspor-impor.

Peningkatan kapasitas ini juga dibarengi dengan modernisasi peralatan bongkar muat. Pelindo mengganti sebagian besar crane lama dengan mesin otomatis yang dikendalikan dari ruang kontrol. Teknologi ini memungkinkan proses bongkar muat berjalan lebih cepat dan mengurangi potensi kesalahan manusia.

Langkah ini merupakan bagian dari program besar Pelindo untuk menyeragamkan standar pelayanan di seluruh pelabuhan yang dikelolanya. Sejak merger lima BUMN pelabuhan pada 2021, perseroan berupaya menghapus disparitas biaya dan waktu layanan antarwilayah.

Dampak ke Harga Barang dan Daya Saing Industri

Efisiensi di pelabuhan berdampak langsung pada harga barang di pasar. Biaya logistik yang lebih murah berarti rantai pasok bahan baku industri menjadi lebih cepat dan tidak boros. Hal ini pada akhirnya bisa menekan harga pokok produksi pabrikan di Jawa Barat dan Banten yang banyak bergantung pada jalur Tanjung Priok.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyambut positif langkah ini. Sekretaris Jenderal ALI, Yossi Rizal, menilai modernisasi infrastruktur pelabuhan adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan biaya logistik dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Selama ini biaya logistik Indonesia masih di kisaran 23 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan efisiensi seperti ini, kami berharap angkanya bisa turun ke level 17-18 persen dalam dua tahun ke depan," kata Yossi saat dihubungi terpisah.

Integrasi Ekosistem Digital dan Rencana Ekspansi

Selain fisik, Pelindo juga mengintegrasikan sistem operasional terminal dengan platform digital Pelindo, yaitu Sistem Informasi Pelayanan Pelabuhan (SIPP). Integrasi ini memungkinkan pengguna jasa memantau posisi kontainer secara real-time melalui gawai masing-masing.

Ke depan, Pelindo berencana melanjutkan pengembangan fase kedua terminal ini pada 2027. Rencananya, akan ditambah dua dermaga baru dengan panjang total 600 meter untuk mengantisipasi pertumbuhan volume hingga 2030.

Pengoperasian Terminal 2 Petikemas ini menjadi sinyal kuat bahwa operator pelabuhan pelat merah serius mengejar efisiensi. Jika target penurunan waktu sandar tercapai, bukan tidak mungkin Tanjung Priok akan semakin dilirik sebagai hub utama untuk jalur perdagangan Asia Tenggara.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks