SULAWESI BARAT — Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung di Wisma Serbaguna, Senayan, Rabu (9/9). Dalam kesempatan itu, Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah tidak memasang target muluk, melainkan angka yang terukur dan sesuai dengan kapasitas atlet saat ini.
"Jika melihat situasi saat ini secara realistis, target kita untuk hari ini memang adalah empat medali emas," kata Erick dalam sambutannya.
Formula Baru Pemusatan Latihan
Erick menjelaskan, perubahan mendasar dilakukan pada pola pemusatan latihan nasional (pelatnas). Jika sebelumnya pembinaan berjalan lebih umum, kini arahnya diperketat dengan sasaran yang spesifik berdasarkan atlet dan cabang olahraga (cabor) yang dinilai berpeluang besar.
"Serupa dengan Olimpiade, fokus kita tetap pada cabang olahraga andalan seperti bulutangkis, panjat tebing, serta angkat besi. Oleh sebab itu, formula pelatnas saat ini disesuaikan agar lebih mengerucut pada sasaran yang jelas dan atlet yang terpilih," ujarnya.
Pencak Silat: Mencari Posisi Setara Taekwondo
Selain tiga cabor utama, pemerintah juga serius menggarap pencak silat. Olahraga khas Indonesia ini masuk dalam daftar 21 cabor unggulan yang pembinaannya difokuskan, di mana 20 lainnya merupakan cabor yang dipertandingkan di Olimpiade.
Erick punya ambisi besar agar pencak silat mampu menempati posisi bergengsi di kancah internasional, setara dengan seni bela diri negara lain. Ia mencontohkan taekwondo di Korea Selatan, judo di Jepang, hingga muay thai di Thailand.
"Kalau misalnya Korea bisa dengan taekwondo-nya, Jepang bisa dengan judo-nya, Thailand bisa dengan muay thai-nya, kenapa Indonesia tidak bisa dengan pencak silatnya?" ujar Erick.
"Ketika membahas tentang Olimpiade, fokus kita akan tertuju pada 20 cabor. Hal ini belum termasuk pencak silat, yang memang terus kita dorong sebagai olahraga prestasi sekaligus representasi dari budaya asli kita," kata Erick menambahkan.
Bekal dari Hangzhou 2022
Target empat emas ini menjadi tantangan tersendiri. Sebab, pada Asian Games Hangzhou 2022 lalu, Indonesia sebenarnya mampu mempersembahkan tujuh medali emas. Dengan strategi pembinaan yang baru dan lebih selektif, Erick optimistis performa atlet Tanah Air bisa meningkat dari capaian sebelumnya di Jepang nanti.