Pencarian

3.042 Titik Panas Terdeteksi di Sulbar Sepanjang 2026, Pemprov Siagakan Armada Damkar dan Posko Darurat di Enam Kabupaten

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:56:31 WIB
3.042 Titik Panas Terdeteksi di Sulbar Sepanjang 2026, Pemprov Siagakan Armada Damkar dan Posko Darurat di Enam Kabupaten
Petugas memadamkan titik api di lahan kering di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (25/8/2026).

MAMUJU — Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Sulawesi Barat memasuki fase kritis. Data rekapitulasi daerah mencatat 3.042 titik panas (hotspot) tersebar di enam kabupaten sejak 1 Januari hingga 25 Agustus 2026. Sebaran terpadat berada di Kabupaten Mamuju Tengah dengan 1.105 titik dan Kabupaten Mamuju sebanyak 847 titik.

Situasi ini diperparah dengan 77 kasus kebakaran permukiman yang terjadi di seluruh kabupaten. Sektor pertanian pun menjadi korban, dengan 3.141,36 hektare lahan gagal panen akibat kekeringan.

Polewali Mandar Jadi Wilayah Terdampak Kekeringan Terluas

Kabupaten Polewali Mandar mencatat dampak paling parah di sektor pertanian. Seluas 1.379,96 hektare lahan pertanian warga mengalami kekeringan, menjadikannya wilayah dengan luasan terdampak terbesar di Sulbar.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengeluarkan imbauan tegas menyusul kondisi darurat ini. Para petani dan pekebun diminta menghentikan praktik membakar vegetasi saat membuka atau membersihkan lahan.

Ancaman Pidana Menanti Pelaku Pembakaran Lahan

“Jangan melakukan pembakaran dalam bentuk alasan apapun. Itu tentunya kita berharap bahwa Sulawesi Barat ini bisa terhindar dari kebakaran yang semakin meluas,” ungkap Suhardi Duka.

Praktik pembakaran lahan yang kerap menjadi tradisi turun-temurun itu ditegaskan melanggar undang-undang. Pelaku terancam sanksi pidana, terlebih aktivitas tersebut berpotensi memicu bencana asap lintas wilayah.

Armada Damkar dan Water Canon Disiagakan di Daerah Rawan

Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten telah mendirikan posko siaga di titik-titik rawan. Sarana pendukung berupa armada damkar hingga water canon kepolisian disiapkan untuk mempercepat respons jika terjadi kebakaran.

Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu menekan meluasnya karhutla dan kebakaran permukiman selama puncak kemarau berlangsung.

“Semoga ini menjadi perhatian kita dan kita doakan semoga hujan segera turun, kemarau berkepanjangan ini bisa berhenti, dan kita Sulawesi Barat selamat dari karhutla dan kebakaran pemukiman,” pungkasnya.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terassulbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks