Pencarian

Megawati: Sudah 81 Tahun, Saatnya Wujudkan Mimpi Bung Karno soal Tambang dan Kesehatan Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 • 12:23:54 WIB
Megawati: Sudah 81 Tahun, Saatnya Wujudkan Mimpi Bung Karno soal Tambang dan Kesehatan Rakyat
Megawati menyampaikan pidato dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sulawesi Barat, menekankan cita-cita Bung Karno terkait kedaulatan sumber daya alam dan kesehatan rakyat.

SULAWESI BARAT — Pernyataan itu disampaikan Megawati di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah titik akhir perjuangan, melainkan awal dari sebuah cita-cita besar yang digagas presiden pertama RI tersebut. Menurutnya, cita-cita itu mencakup kedaulatan penuh atas sumber daya alam dan kemandirian ekonomi bangsa, sesuatu yang hingga kini masih jauh dari kata tuntas.

"Apakah salah kalau kita memimpikan Indonesia yang dahulu dimimpikan oleh Bung Karno?" ujarnya di hadapan para kader dan simpatisan. Kedaulatan Tambang untuk Rakyat, Bukan Segelintir Konglomerat

Megawati secara spesifik menyoroti pengelolaan sumber daya alam, terutama sektor mineral dan hutan. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam yang dieksploitasi dari perut bumi Indonesia tidak boleh lagi hanya dinikmati segelintir pihak. Ia meminta agar hasil tambang dan hutan dikelola secara serius untuk kepentingan masyarakat luas dan menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa eksploitasi yang berlebihan saat ini akan meninggalkan dampak buruk bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek yang merusak lingkungan dan masa depan bangsa. Ini adalah kritik tersirat atas model bisnis ekstraktif yang kerap mengabaikan aspek keberlanjutan. Jangan Biarkan Rakyat Miskin Tak Berobat

Di luar soal tambang, Megawati juga mengangkat isu yang lebih dekat dengan hajat hidup orang banyak: keberlanjutan BPJS Kesehatan. Ia secara gamblang meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, untuk memastikan program ini tetap berjalan dan tidak ditinggalkan.

"Tolonglah, BPJS itu tetap ada dan ditambah uangnya bagi rakyat banyak," tegas Megawati dalam pidatonya.

Baginya, BPJS Kesehatan adalah instrumen negara untuk hadir di tengah masyarakat yang kesulitan membayar biaya pengobatan. Ia menilai kesehatan dan pendidikan adalah tanggung jawab mutlak pemerintah dalam menyediakan pelayanan publik yang mumpuni. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, program yang telah berjalan ini justru akan menjadi beban baru bagi rakyat kecil yang paling membutuhkan. Warisan Sejarah yang Harus Dituntaskan

Megawati menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan bukanlah sekadar narasi sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran. Ia menyebutnya sebagai pekerjaan rumah yang harus terus dilanjutkan oleh setiap generasi kepemimpinan. Persatuan bangsa, menurutnya, adalah kunci utama untuk menjaga kedaulatan dan mewujudkan keadilan sosial.

Pidato tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan ekonomi, negara masih memiliki utang besar kepada rakyatnya. Baik dalam hal penguasaan aset strategis seperti tambang, maupun dalam hal menjamin warganya bisa hidup sehat dan cerdas. Ini adalah dua sisi mata uang yang sama: kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial yang berkeadilan.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: galasibot.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks