MAMUJU — Pergerakan harga emas pada akhir pekan ketiga Juli ini masih dibayangi dominasi tekanan jual. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa sejumlah indikator teknikal belum memberikan sinyal yang meyakinkan untuk potensi penguatan berkelanjutan.
Level Kritis 3.942 Dolar Jadi Acuan Pergerakan
Menurut analisis Dupoin Futures, harga emas masih berada dalam struktur tren turun pada time frame harian. Ketidakmampuan harga menembus area resistance penting menjadi indikasi utama pelemahan. Selama level tersebut belum berhasil ditembus, peluang pelemahan dinilai lebih dominan.
Skenario utama yang dipantau adalah kelanjutan tren bearish menuju area support di kisaran 3.942 dolar. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut ditembus, harga emas diproyeksikan berpotensi melanjutkan penurunan menuju 3.782 dolar sebagai target support berikutnya.
Mengapa Seller Masih Mendominasi Pasar?
Geraldo Kofit menjelaskan bahwa dominasi seller masih menjadi faktor utama pengendali pergerakan pasar. Meski sesekali terjadi upaya rebound, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan. Minat beli dinilai belum cukup kuat untuk membalikkan arah pergerakan harga.
Dari sisi teknikal, posisi Moving Average (MA) 21 yang masih berada di atas pergerakan harga memperkuat tekanan. Indikator tersebut berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga setiap kenaikan harga berpotensi menghadapi tekanan jual baru. Peluang penguatan berkelanjutan masih terbatas hingga muncul sinyal breakout valid di atas area resistance.
Indikator Stochastic Oscillator yang bergerak menuju area oversold juga mengindikasikan momentum pelemahan masih berlangsung. Dupoin Futures menilai kondisi oversold belum cukup menjadi dasar perubahan tren tanpa konfirmasi dari pergerakan harga atau indikator lainnya.
Data Michigan AS Bisa Perkuat Dolar dan Tekan Emas
Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis data Preliminary University of Michigan Consumer Sentiment dan Inflation Expectations dari Amerika Serikat. Kedua indikator ini menjadi acuan penting untuk mengukur optimisme konsumen serta ekspektasi inflasi yang memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Menurut Dupoin Futures, apabila data Consumer Sentimen dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar dan diikuti Inflation Expectations yang tetap tinggi, dolar AS berpotensi memperoleh sentimen positif. Hal ini dapat memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih solid, memberi ruang bagi The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
“Penguatan dolar AS diperkirakan akan kembali memberikan tekanan terhadap harga emas karena investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik,” ujar Geraldo Kofit.
Sebaliknya, apabila data dirilis di bawah proyeksi pasar, peluang pelemahan dolar AS akan terbuka. Kondisi ini dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter dan memberi ruang bagi harga emas melakukan rebound teknikal. Namun, Dupoin Futures mengingatkan potensi kenaikan tersebut masih bersifat terbatas selama harga belum mampu menembus area resistance.
Secara keseluruhan, prospek harga emas jangka pendek masih dibayangi dominasi tekanan jual. Kombinasi sinyal teknikal tren turun dan potensi penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membatasi ruang pemulihan harga.