Pencarian

KRAS Kantongi Rp250 Miliar dari Divestasi, NTBK Siapkan Rights Issue Rp500 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 • 09:47:31 WIB
KRAS Kantongi Rp250 Miliar dari Divestasi, NTBK Siapkan Rights Issue Rp500 Miliar
PT Krakatau Steel rampungkan divestasi saham anak usaha senilai Rp250 miliar.

SULAWESI BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,89% pada perdagangan hari ini, tertekan aksi jual investor asing yang keluar dari pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan tersebut, dua aksi korporasi justru mencuat dari emiten sektor baja dan infrastruktur.

KRAS Rampungkan Divestasi Anak Usaha

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) resmi menyelesaikan divestasi saham di anak usahanya, PT Krakatau Offshore Services (KOS), dengan nilai transaksi mencapai Rp249,98 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan fokus pada bisnis inti.

Manajemen KRAS belum merinci secara detail dampak divestasi terhadap laporan keuangan kuartal berikutnya. Namun, aksi ini diproyeksikan dapat memperbaiki posisi kas perusahaan di tengah tekanan harga baja global dan fluktuasi permintaan domestik.

NTBK Siapkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Rp500 Miliar

Di sisi lain, PT Nusantara Tbk (NTBK) mengumumkan rencana rights issue senilai Rp500 miliar. Dana hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk pengembangan proyek infrastruktur dan modal kerja.

Rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ini dijadwalkan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar dalam waktu dekat. Bagi pemegang saham lama, aksi ini membuka peluang untuk menambah porsi kepemilikan atau terdilusi jika tidak ikut serta.

IHSG Tertekan Aksi Jual Asing

Pelemahan IHSG sebesar 1,89% pada sesi hari ini menjadi latar belakang yang kurang kondusif bagi aksi korporasi dua emiten tersebut. Data Bursa Efek Indonesia mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan di seluruh sektor, terutama saham perbankan dan komoditas.

Analis menilai tekanan jual asing dipicu oleh sentimen eksternal, termasuk ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) yang membuat investor menarik dana dari pasar emerging market. "Kondisi ini membuat valuasi saham-saham domestik tertekan, namun aksi korporasi seperti rights issue NTBK justru bisa menjadi katalis positif jika dana digunakan secara produktif," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya.

Apa Artinya bagi Investor

Bagi investor, aksi divestasi KRAS memberikan sinyal positif terkait efisiensi operasional perusahaan. Sementara itu, rights issue NTBK perlu dicermati dari sisi harga pelaksanaan (exercise price) dan rencana penggunaan dana. Jika harga rights issue ditetapkan di bawah harga pasar, pemegang saham lama yang tidak ambil bagian berpotensi mengalami dilusi kepemilikan.

Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor berdasarkan analisis risiko masing-masing.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks