MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak ingin lagi menjual bahan mentah. Melalui SAQBE Forum 2026, Pemprov bersama Bank Indonesia menggodok strategi mempercepat hilirisasi kakao, kopi, dan hasil perikanan agar produk lokal memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
16 Juta Bibit Kakao Disiapkan, Target Kembalikan Kejayaan Sulbar
Sekda Sulbar Junda Maulana mengungkapkan, daerah ini telah menyiapkan 16 juta bibit kakao untuk diremajakan. Langkah ini bagian dari upaya mengembalikan posisi Sulawesi Barat sebagai salah satu sentra penghasil kakao nasional.
“Kita mau kembalikan bahwa Sulawesi Barat ini adalah penghasil kakao, termasuk bibit kopi,” ujar Junda dalam sambutannya di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju.
Selama ini, pertumbuhan ekonomi Sulbar masih bertumpu pada satu komoditas utama, yakni kelapa sawit. Pemerintah kini mendorong diversifikasi agar sektor perkebunan lain juga berkontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).
Inflasi Terkendali 1,99 Persen, Tantangan Pemerataan Ekonomi
Junda memaparkan, kondisi ekonomi global—termasuk dampak konflik di Timur Tengah—menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Namun, Sulbar dinilai masih mampu menjaga stabilitas dengan tingkat inflasi 1,99 persen, berada dalam kisaran target nasional.
Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,3 persen. Meski positif, Junda menekankan bahwa indikator makro tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Yang menjadi tantangan kita ke depan adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi yang kita miliki ini betul-betul dinikmati oleh masyarakat kita,” jelasnya.
Forum Gagasan untuk Kebijakan yang Tepat Sasaran
SAQBE Forum 2026 mengusung tema “Percepatan Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Stabilitas, dan Daya Saing Ekonomi Sulawesi Barat”. Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, akademisi, hingga organisasi nonpemerintah (NGO) untuk menyumbang gagasan.
“Dari forum ini kita akan menerima rekomendasi yang disusun oleh perumus nanti kepada pemerintah untuk kita jadikan bahan dalam mengambil sebuah kebijakan,” kata Junda.
Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK) berkomitmen mengembangkan industri pengolahan skala kecil dan menengah. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka lapangan kerja sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa.