Pencarian

GAC Aion Tunda Peluncuran E9 dan Emzoom di GIIAS 2026, Rupiah Loyo Jadi Biang Kerok

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:30:31 WIB
GAC Aion Tunda Peluncuran E9 dan Emzoom di GIIAS 2026, Rupiah Loyo Jadi Biang Kerok
GAC Aion menunda peluncuran MPV E9 dan SUV Emzoom di GIIAS 2026 akibat tekanan nilai tukar Rupiah.

SULAWESI BARAT — Jakarta – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang akan digelar sebentar lagi seharusnya menjadi panggung bagi GAC Aion untuk memperkenalkan dua produk terbarunya. Namun, pabrikan asal China itu justru menginjak rem. Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, mengonfirmasi bahwa pihaknya menunda peluncuran GAC E9 dan Emzoom.

“Untuk GIIAS 2026, saya menunda peluncuran GAC E9 dan Emzoom. Saya harus sebut namanya karena memang sudah saya tunda,” ujar Andry saat peresmian dealer GAC Aion di Jakarta Pusat, Jumat (19/6).

Dua Model yang Ditunda: MPV Mewah Hybrid dan SUV Bensin Turbo

Keputusan ini tentu mengejutkan, mengingat GAC Aion sudah mempersiapkan kedua model tersebut. GAC E9 adalah MPV sliding door yang mengandalkan teknologi Plug-in Hybrid (PHEV). Model ini diproyeksikan sebagai penantang serius bagi Denza D9, Maxus Mifa 9, dan Xpeng X9 di segmen kendaraan listrik roda empat.

Sementara itu, GAC Emzoom adalah SUV medium konvensional. Model ini ditenagai mesin bensin 1.500 cc turbo tanpa teknologi elektrifikasi. Andry Ciu menegaskan, penundaan ini bukan tanpa alasan yang kuat.

Rupiah Loyo dan Harga BBM: Kombinasi yang Tidak Tepat

Andry menjelaskan, setidaknya ada dua faktor utama yang membuatnya urung meluncurkan model baru saat ini. Pertama, nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS dan Yuan China. Kedua, harga BBM non-subsidi yang masih tinggi, khususnya setelah kenaikan harga Pertamax.

"Karena Emzoom itu adalah kendaraan berteknologi ICE 1.500 Turbo. Dengan fenomena yang sekarang lagi marak, setelah harga Pertamax naik, demonstrasi di mana-mana, saya melihat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut," jelasnya.

Ia menambahkan, pelemahan kurs menjadi faktor krusial. “Kurs exchange rate sekarang naik, dolar naik, yuan naik. Kalau saya luncurkan saat ini, tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis,” imbuh Andry. Artinya, jika dipaksakan meluncur, harga jual kedua model ini berpotensi melambung tinggi di luar ekspektasi konsumen.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar Otomotif Nasional

Penundaan ini menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi global mulai mempengaruhi strategi peluncuran produk di pasar Indonesia. Bagi konsumen yang sudah menanti kehadiran E9 atau Emzoom, mereka harus bersabar hingga kondisi pasar dinilai lebih kondusif.

Keputusan GAC Aion ini juga menjadi cermin bagi pabrikan lain. Di tengah fluktuasi kurs dan daya beli yang menurun, timing peluncuran menjadi sama pentingnya dengan spesifikasi produk itu sendiri. GAC Aion memilih untuk tidak memaksakan diri, demi menjaga persepsi harga yang kompetitif di benak konsumen.

Bagikan
Sumber: otodriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks