SULAWESI BARAT — Rentetan gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir mendorong BNPB kembali mengampanyekan kesiapsiagaan bencana. Salah satu langkah utama adalah penyediaan tas siaga bencana—perlengkapan darurat yang harus siap dibawa saat evakuasi.
Isi Tas Siaga untuk Bertahan Tiga Hari
Menurut pedoman BNPB yang dikutip Kementerian Kesehatan, tas siaga bencana bukan sekadar ransel biasa. Isinya dirancang menopang kebutuhan dasar penghuni rumah selama masa kritis 72 jam, ketika akses terhadap air bersih, makanan, dan layanan kesehatan masih terbatas.
BNPB merekomendasikan setidaknya 14 jenis perlengkapan wajib. Pertama, air minum kemasan yang cukup untuk tiga hari. Kedua, makanan tahan lama seperti biskuit, makanan kaleng, dan energy bar. Ketiga, kotak P3K lengkap dengan obat demam, obat diare, serta obat rutin pribadi setiap anggota keluarga.
Perlengkapan lain yang tak kalah penting: senter dan baterai cadangan, mengingat pemadaman listrik kerap terjadi pascagempa. Power bank yang terisi penuh juga wajib disertakan agar ponsel tetap menyala untuk komunikasi dan menerima informasi darurat.
Dokumen dan Uang Tunai Jadi Prioritas
BNPB secara khusus menekankan pentingnya menyimpan salinan dokumen vital. KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, kartu BPJS, hingga buku rekening harus dimasukkan ke dalam wadah kedap air agar tidak rusak saat bencana.
"Saat bencana, mesin ATM atau layanan pembayaran digital bisa saja tidak berfungsi," demikian peringatan BNPB dalam panduannya. Karena itu, masyarakat diminta menyiapkan uang tunai dalam pecahan kecil dalam jumlah yang cukup.
Selain itu, pakaian ganti, selimut, masker, peluit, korek api, dan pisau lipat juga masuk dalam daftar perlengkapan yang disarankan. Peluit berguna untuk memberi sinyal keberadaan korban, sementara masker melindungi saluran pernapasan dari debu pascabencana.
Kesiapsiagaan Bukan Sekadar Isi Tas
Meski menyiapkan tas siaga bencana adalah langkah awal, BNPB mengingatkan bahwa kesiapsiagaan juga mencakup pengetahuan tentang jalur evakuasi dan titik kumpul. Setiap keluarga disarankan menyimpan tas di tempat yang mudah dijangkau, dekat pintu keluar, dan memastikan seluruh anggota rumah tahu lokasinya.
BNPB juga merekomendasikan agar isi tas diperiksa secara berkala—setiap enam bulan sekali—untuk mengganti makanan atau obat-obatan yang mendekati masa kedaluwarsa. Dengan persiapan yang matang, risiko fatal akibat keterlambatan evakuasi bisa ditekan.