MAMUJU TENGAH — Serah terima lahan proyek konstruksi terintegrasi rancang bangun (design and build) RSUD Mamuju Tengah berlangsung di halaman rumah sakit setempat. Acara itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Project Manager PT PP (Persero), serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Mengapa Warga Butuh RSUD Baru?
Selama ini, banyak pasien dari Mamuju Tengah harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan medis memadai. Litha Febriani menegaskan, pembangunan RSUD merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
"Keberadaan gedung rumah sakit yang lebih representatif akan memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya layanan rujukan," ujar Litha saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com.
Proses Panjang Pemilihan Lokasi
Litha menjelaskan, pembangunan RSUD melalui tahapan cukup panjang, termasuk pengadaan lahan yang melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Pemerintah daerah sempat mempertimbangkan sejumlah alternatif lokasi sebelum menetapkan lokasi saat ini. Lokasi dinilai strategis dan mendukung pengembangan layanan kesehatan jangka panjang.
Target Rampung dan Tantangan Anggaran
Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu bangunan pelayanan publik terbesar di Kabupaten Mamuju Tengah. Litha mengungkapkan, RSUD Mamuju Tengah saat ini telah memenuhi berbagai persyaratan untuk peningkatan status rumah sakit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.
"Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Mamuju Tengah," ujar Litha.
Meski anggaran terbatas, komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Proses pembangunan dan renovasi RSUD diharapkan rampung sesuai target, Desember 2026, dan mulai beroperasi optimal pada Januari 2027.