MAJENE — Tradisi Messawe Totamma di Kecamatan Tammerodo Sendana berlangsung meriah dengan kehadiran langsung orang nomor satu di Kabupaten Majene. Bupati Dr. H. A. Achmad Syukri hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene, Hj. Najmah B Fattah, untuk melepas pawai arak-arakan siswa-siswi SD/MI dan TK di Lapangan Samaturu, Pelattoang.
Momen paling menarik perhatian warga terjadi saat Bupati Achmad Syukri berbaur dengan rombongan pejabat daerah menunggangi Sayyang Pattu’du. Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Barat yang mewakili Gubernur, Camat Tammerodo Sendana, Ketua Komisi III DPRD Majene dari Fraksi Demokrat, Kepala UPTD Pendidikan, serta para kepala desa se-Kecamatan Tammerodo Sendana turut serta dalam iring-iringan tersebut.
Simbol Sinergi Pemerintah dan Budaya Mandar
Aksi para pimpinan daerah yang menunggangi kuda menari ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Mandar. Perayaan religius khataman Al-Qur’an pun berpadu dengan tradisi lokal yang telah mengakar di Bumi Assamalewuang.
Masyarakat yang memadati Lapangan Samaturu tampak antusias menyaksikan iring-iringan rombongan pejabat yang membaur bersama siswa-siswi peserta pawai. Para siswa mengenakan pakaian adat khas Mandar, menambah semarak prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Pesan Bupati: Jangan Berhenti Setelah Khatam
Dalam sambutannya, Bupati Achmad Syukri menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi anak-anak yang telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an. Ia meminta para orang tua tidak berhenti membimbing putra-putri mereka setelah momen tersebut.
“Saya minta tradisi ini terus dijaga, bahkan ditingkatkan kualitasnya. Jadikan momentum ini sebagai langkah awal bagi anak-anak untuk terus mencintai, membaca, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati Majene di hadapan ratusan warga dan peserta pawai.
Dukungan Penuh Pemkab Majene
Pemerintah Kabupaten Majene memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini berbasis pada penanaman nilai-nilai Al-Qur’an dan pelestarian budaya lokal seperti Messawe Totamma.
Keikutsertaan para pejabat dalam arak-arakan menjadi pemacu semangat bagi panitia dan masyarakat. Tradisi Messawe Totamma diharapkan terus berlanjut sebagai identitas luhur generasi penerus di Kabupaten Majene.