Pencarian

30 Tenaga Gizi Puskesmas se-Sulbar Ikuti Pelatihan Bencana, DKPPKB Siapkan Garda Terdepan Penanganan Darurat

Minggu, 14 Juni 2026 • 13:11:31 WIB
30 Tenaga Gizi Puskesmas se-Sulbar Ikuti Pelatihan Bencana, DKPPKB Siapkan Garda Terdepan Penanganan Darurat
tenaga gizi dari puskesmas se-Sulbar mengikuti pelatihan penanganan gizi saat bencana di Mamuju.

MAMUJU — Sebanyak 30 tenaga pelaksana gizi dari puskesmas di enam kabupaten Sulawesi Barat resmi mengikuti Pelatihan Gizi Bencana Tingkat Provinsi Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di De Shanum Hotel Mamuju pada 12–16 Juni ini menjadi langkah konkret DKPPKB Sulbar dalam membangun kesiapsiagaan sektor kesehatan menghadapi bencana.

Bukan Sekadar Pelatihan Rutin, Ini Soal Nyawa Kelompok Rentan

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, Alat Kesehatan dan SDM Kesehatan DKPPKB Sulbar, dr. Darmawiyah, menegaskan bahwa peran tenaga gizi tidak bisa dianggap remeh saat bencana melanda. Kelompok bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia adalah yang paling berisiko mengalami malnutrisi jika penanganan tidak cepat dan tepat.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing,” ujar dr. Darmawiyah saat membuka acara.

Target: Garda Terdepan di Posko Pengungsian

Pelatihan ini dirancang agar para peserta tidak hanya paham teori, tetapi mampu langsung turun tangan ketika bencana terjadi. Mereka diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan gizi tetap berjalan optimal di posko pengungsian.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menambahkan bahwa kesiapan sumber daya manusia kerap menjadi titik lemah dalam penanganan darurat. “Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kita harus memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang memadai untuk merespons situasi darurat,” kata dr. Nursyamsi.

Visi Gubernur Suhardi Duka: SDM Kesehatan Tangguh dan Responsif

Program ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Suhardi Duka. Fokusnya bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia kesehatan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut dr. Nursyamsi, keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan tenda atau obat-obatan. “Tetapi juga oleh kesiapan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai,” tegasnya.

Dari Enam Kabupaten, Satu Tujuan: Pelayanan Gizi Tak Boleh Berhenti

Para peserta yang berasal dari enam kabupaten di Sulbar ini diharapkan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Mereka akan kembali ke puskesmas dengan bekal keterampilan baru untuk menyusun rencana aksi gizi darurat yang siap diaktifkan kapan pun.

DKPPKB Sulbar menargetkan pelatihan serupa bisa digelar secara berkala, mengingat ancaman bencana di wilayah Sulawesi Barat—mulai dari banjir bandang hingga gempa bumi—terus mengintai. Dengan adanya tenaga gizi yang terlatih, diharapkan tidak ada lagi warga yang kelaparan atau kekurangan gizi saat bencana melanda.

Bagikan
Sumber: sorotanpena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks