SULAWESI BARAT — Pertandingan pembuka Grup A turnamen bergengsi ini berlangsung di Edgbaston, Birmingham, dengan Sri Lanka yang memenangkan undian dan memilih untuk bertahan lebih dulu. Keputusan itu berubah menjadi bumerang saat pasukan Heather Knight melancarkan serangan tanpa ampun sepanjang 20 overs.
Wyatt-Hodge dan Jones Buka Panggung dengan Agresif
Pasangan pembuka Inggris, Danni Wyatt-Hodge dan Amy Jones, langsung tancap gas sejak awal. Jones yang menjaga wicket mencetak 53 run dari 38 bola sebelum akhirnya tertangkap oleh kapten Sri Lanka, Chamari Athapaththu, dari lemparan Madara.
Namun, kepergian Jones di skor 53 justru membuka jalan bagi Wyatt-Hodge untuk melesat. Dengan 13 four dan 1 six, ia mencapai angka 105 dari 62 bola dengan tingkat strike rate 169,35.
Sciver-Brunt Garansi Akhir yang Eksplosif
Nat Sciver-Brunt yang juga menjabat sebagai kapten, masuk di posisi tiga dan langsung menghancurkan pertahanan Sri Lanka. Ia hanya butuh 22 bola untuk mengumpulkan 46 run, termasuk 6 four dan 1 six, dengan strike rate 209,09.
Keduanya membangun kemitraan yang tak terpatahkan untuk wicket kedua. Inggris pun menutup babak pertama dengan 219 untuk 1, skor tertinggi di turnamen sejauh ini.
Kerja Keras Bowler Sri Lanka yang Sia-sia
Di sisi lain, bowler Sri Lanka kesulitan membendung agresivitas Inggris. Madara menjadi satu-satunya pengambil wicket dengan catatan 4 overs, 51 run, dan 1 wicket. Sementara itu, Ayodhya dan Dasanayaka masing-masing kebobolan 40 dan 41 run tanpa mendapatkan satu pun wicket.
Chamari Athapaththu sendiri hanya melempar 3 overs dengan ekonomi 10,66, sementara Dilhari dan de Silva juga tak mampu memberikan tekanan berarti.
Dengan hasil ini, Inggris membutuhkan Sri Lanka untuk mencetak 220 run untuk menang—sebuah target yang tampaknya mustahil di format T20. Pertandingan kedua grup baru akan dijadwalkan setelah laga ini selesai.