Persaingan di pasar laptop murah memasuki babak baru. Setelah Apple mengguncang segmen entry-level dengan MacBook Neo bertenaga chip A18 Pro seharga $599, para pemain utama seperti Dell, Asus, dan Acer bereaksi cepat. Mereka membanjiri Computex 2026 dengan laptop tipis berbodi aluminium, layar sentuh, serta port I/O lebih lengkap — semua dibanderol tak jauh dari harga kompetitor dari Cupertino itu. Dell XPS 13 versi anyar, misalnya, tampil menggiurkan di rentang harga yang sama.
Windows 11 Bukan Sistem yang Ringan: 6GB RAM Lenyap Sebelum Aplikasi Dibuka
Masalahnya, hardware mumpuni tak akan berarti jika sistem operasi gemuk. Dalam pengujian yang dilakukan tim Tom's Guide, Windows 11 langsung menyedot hampir 6GB RAM hanya untuk kebutuhan dasar sistem. Bandingkan dengan macOS yang jauh lebih irit di angka sekitar 2GB. Selisih ini krusial pada perangkat 8GB: ruang untuk aplikasi produktivitas dan multitasking jadi sangat sempit.
Microsoft Build 2026 baru saja memperkenalkan segudang fitur berbasis AI dan web. Ironisnya, fitur-fitur ini justru memperparah keborosan memori. Komponen bernama WebView 2 — yang menggerakkan widget berita, umpan Copilot, dan elemen menu Start — sendirian bisa menghabiskan hingga 1,5GB RAM, bahkan saat tidak digunakan.
Tiga Langkah yang Harus Dilakukan Microsoft Agar Laptop 8GB Tak Tersendat
Jason, Managing Editor Computing Tom's Guide yang telah meliput industri ini selama satu dekade, menawarkan tiga solusi konkret. Pertama, Microsoft perlu menghadirkan Compact Mode otomatis. Saat sistem mendeteksi RAM hanya 8GB, Windows 11 harus langsung mengaktifkan mode adaptif yang membatasi proses latar, menjeda tugas non-esensial, dan memprioritaskan jendela aktif. Saat ini, OS memperlakukan laptop murah sama seperti workstation 64GB.
Kedua, kebocoran memori dari widget dan layanan web harus dihentikan. WebView 2 dan dependensi web lain mesti dipisahkan dari antarmuka inti. Alokasi RAM untuk fitur yang tidak aktif di layar harus dipotong secara agresif. Pengguna tidak boleh kehilangan 1,5GB untuk widget berita yang tak pernah dibaca.
Ketiga, Microsoft wajib menetapkan pagar pembatas ketat terhadap bloatware pabrikan. Asus, Dell, MSI, dan Acer kerap membenamkan laptop murah mereka dengan perangkat lunak manajemen sumber daya sendiri, pelacak baterai, hingga antivirus versi percobaan. Pada sistem 8GB, aplikasi tambahan ini bisa mencekik slot RAM terakhir yang tersisa setelah OS berjalan.
Taruhan Besar di Pasar Entry-Level: Siapa yang Akan Berkedip Lebih Dulu?
Produsen PC sudah membuktikan bisa menyamai harga hardware Apple. Kini, bola ada di tangan Microsoft. Apakah Windows 11 bisa bertahan dalam "diet paksa" yang dimulai oleh MacBook Neo? Beberapa perbaikan lain sudah di atas meja: kompresi aplikasi latar yang lebih cerdas, serta migrasi penuh sistem ke framework WinUI 3 yang memang dirancang untuk mengurangi beban memori.
Tanpa tindakan nyata dari Redmond, perlawanan terhadap MacBook Neo bisa berakhir sebelum benar-benar dimulai. Pengguna Indonesia yang selama ini mengandalkan laptop Windows 8GB untuk kerja dan studi akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya — bukan hanya dari segi harga, tapi juga dari performa harian yang tersendat.