Pencarian

Dropbox Berlangganan Rp160 Ribu per Bulan untuk 2TB, Pengguna Ini Bikin Cloud Storage Sendiri Pakai PC Bekas

Rabu, 24 Juni 2026 • 22:17:01 WIB
Dropbox Berlangganan Rp160 Ribu per Bulan untuk 2TB, Pengguna Ini Bikin Cloud Storage Sendiri Pakai PC Bekas
Pengguna Dropbox beralih ke cloud storage pribadi dengan PC bekas untuk hemat biaya.

Model berlangganan layanan cloud seperti Dropbox, Google Drive, atau iCloud memang praktis. Tapi bagi sebagian orang, biaya akumulasi yang mencapai jutaan rupiah per tahun mulai terasa tidak masuk akal untuk layanan yang hanya menyediakan ruang penyimpanan terbatas dan akses dari mana saja.

Salah seorang pengguna Dropbox memutuskan untuk keluar dari siklus itu. Alih-alih membayar $10 per bulan (sekitar Rp160 ribu) untuk paket 2TB, ia merakit sendiri sistem cloud storage pribadi menggunakan perangkat keras bekas dan aplikasi open-source.

Biaya Langganan Cloud yang Menggunung

Dalam hitungan kasar, langganan Dropbox 2TB selama lima tahun menghabiskan $600 atau sekitar Rp9,6 juta. Jumlah itu belum termasuk kemungkinan kenaikan harga atau upgrade ke kapasitas yang lebih besar di masa depan.

Dengan dana yang sama, pengguna tersebut membeli dua hard drive berkapasitas besar dan satu unit PC bekas yang masih berfungsi baik. Total biaya perangkat keras jauh di bawah akumulasi biaya langganan multi-tahun, dan perangkat itu bisa dipakai tanpa batas waktu.

“Langganan cloud memang enak, tapi kamu tidak pernah benar-benar memiliki ruang itu. Kamu hanya menyewanya,” tulisnya dalam laporan yang menjadi rujukan di forum teknologi.

Empat Aplikasi yang Menjadi Tulang Punggung

Untuk menggantikan fungsi Dropbox, ia menggunakan kombinasi empat aplikasi self-hosted yang semuanya gratis dan bisa dijalankan di perangkat sendiri:

  • Nextcloud — platform utama untuk sinkronisasi file, berbagi data, dan akses dari berbagai perangkat. Fungsinya hampir identik dengan Dropbox.
  • Docker — digunakan untuk mengelola dan menjalankan semua aplikasi dalam container, memudahkan instalasi dan perawatan.
  • Nginx Proxy Manager — mengatur akses dari luar jaringan rumah dengan koneksi HTTPS, sehingga data tetap aman saat diakses dari kantor atau luar kota.
  • DuckDNS — layanan DNS dinamis yang memungkinkan alamat IP rumah tetap bisa diakses dari internet meskipun berubah-ubah.

Apakah Solusi Ini untuk Semua Orang?

Membangun cloud storage sendiri memang bukan tanpa tantangan. Pengguna harus paham dasar jaringan, konfigurasi server, dan bersedia meluangkan waktu untuk instalasi awal. Tidak ada jaminan uptime 99,9% seperti layanan komersial, dan tanggung jawab keamanan data sepenuhnya ada di tangan pemilik.

Tapi bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan Linux dan memiliki perangkat keras cadangan, pendekatan ini bisa menghemat ratusan dolar per tahun. Tidak ada lagi tagihan bulanan, tidak ada batasan kuota yang tiba-tiba berubah, dan semua data tetap berada dalam kendali penuh.

Di Indonesia, tren self-hosting mulai dilirik oleh komunitas penggemar teknologi dan pekerja lepas yang membutuhkan penyimpanan besar tanpa ketergantungan pada layanan luar negeri. Namun, kendala kecepatan internet di beberapa daerah masih menjadi penghalang utama untuk mengakses server rumahan dari luar jaringan lokal.

Bagikan
Sumber: howtogeek.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks