MAMUJU — Suara kicauan burung dari berbagai jenis memecah suasana di halaman Polda Sulawesi Barat pada Minggu (7/6) pagi. Ribuan pasang mata tertuju pada puluhan sangkar yang digantung rapi, tempat para jagoan berkicau dari berbagai daerah adu merdu suara.
Lomba Kicau Mania ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta hadir langsung membuka acara, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Santi Adi Deriyan serta jajaran pejabat utama Polda.
Peserta Lintas Provinsi, dari Parepare hingga Morowali
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Mereka datang tidak hanya dari kota-kota di Sulbar seperti Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Sejumlah peserta tercatat berasal dari luar provinsi: Makassar, Maros, Parepare, Pinrang, Sidrap, Palopo, dan bahkan Palu serta Morowali di Sulawesi Tengah.
“Kehadiran Saudara-saudara sekalian menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan semata, melainkan menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui aktivitas yang tumbuh di sekitar acara ini,” ujar Adi Deriyan dalam sambutannya.
Pesan Kapolda: Sportivitas Lebih Penting dari Kemenangan
Di hadapan para peserta, Kapolda menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Menurutnya, menang atau kalah adalah hal biasa dalam perlombaan. Yang terpenting, kata dia, adalah menjaga sikap saling menghormati dan kebersamaan antar sesama penghobi.
Ia juga berpesan kepada dewan juri dan panitia agar bekerja secara profesional, objektif, dan transparan. “Sehingga menghasilkan juara yang benar-benar layak sesuai kualitas burung yang dilombakan, sekaligus menjaga jalannya acara tetap aman dan tertib,” katanya.
Ajakan Jaga Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Tak hanya soal lomba, Adi Deriyan juga mengajak masyarakat dan penonton untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Hal itu, menurutnya, menjadi cerminan masyarakat Sulbar yang ramah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Menutup sambutannya, ia berdoa agar seluruh pihak diberikan kekuatan dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Lomba Kicau Mania ini menjadi salah satu bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulbar tidak hanya diisi dengan upacara formal, tetapi juga kegiatan yang menyentuh langsung komunitas dan warga.