MAMUJU — Di usia satu dekade Polda Sulawesi Barat, Gubernur Sulbar Suhardi Duka mendorong institusi kepolisian untuk lebih aktif dalam program sosial. Ia menilai peran polisi kini tidak lagi terbatas pada penegakan hukum dan menjaga stabilitas daerah, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia.
Tugas Baru Polisi: Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan
"Yang paling penting, polisi sekarang ini juga memiliki tugas-tugas sosial, seperti pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting," ujar Suhardi Duka dalam sambutannya di acara syukuran HUT Polda Sulbar ke-10.
Menurutnya, keterlibatan aparat kepolisian dalam dua isu krusial ini sangat membantu pemerintah provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Barat. Selama ini, program penurunan stunting kerap terkendala oleh jangkauan layanan kesehatan di daerah terpencil, sementara pengentasan kemiskinan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi dengan Polda Sulbar bukanlah hal baru. Namun, ia berharap kemitraan yang sudah terbangun selama satu dekade terakhir bisa terus dipelihara dan ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi pasca-pandemi.
Dukungan Penuh dari Pemprov untuk Kinerja Polri
Suhardi Duka menyebut kehadiran kepolisian di daerah memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta penegakan hukum, tetapi juga dalam menjalankan berbagai tugas sosial yang mendukung program pemerintah daerah.
"Oleh karena itu, saya terus mendukung polisi di Sulbar. Semoga peran ini tetap terjaga dengan baik dan kemitraan yang selama ini terbangun dapat terus dipelihara serta ditingkatkan," pungkas Suhardi Duka.
Peringatan HUT ke-10 Polda Sulawesi Barat tahun ini menjadi momen refleksi bagi institusi tersebut. Sejak dimekarkan dari Polda Sulsel pada 2014, Polda Sulbar terus beradaptasi dengan karakteristik wilayah yang terdiri dari daerah pegunungan dan pesisir, yang kerap menjadi tantangan dalam hal mobilitas personel dan distribusi logistik keamanan.
Sinergi Polisi-Pemda: Kunci Pembangunan di Daerah 3T
Langkah Gubernur Suhardi Duka yang menitipkan isu stunting dan kemiskinan kepada Polda Sulbar dinilai sebagai strategi baru dalam tata kelola pemerintahan. Di daerah dengan status tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti sebagian wilayah Sulbar, polisi kerap menjadi satu-satunya perwakilan negara yang hadir di tengah masyarakat.
Dengan adanya instruksi ini, ke depan jajaran Polsek dan Polres di Sulbar diharapkan tidak hanya bersikap reaktif terhadap laporan kriminal, tetapi juga proaktif dalam mendata warga yang membutuhkan bantuan sosial atau ibu hamil yang memerlukan asupan gizi tambahan.