Nilai tukar rupiah kembali tertekan ke level Rp17.395 per dolar AS. Pelemahan ini mendorong masyarakat mencari kurs jual dan beli di bank besar sebelum bertransaksi valas.
JAKARTA — Rupiah terus tertekan. Pada perdagangan terbaru, nilai tukar menyentuh Rp17.395 per dolar AS, level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Pelaku usaha hingga masyarakat umum mulai menghitung ulang rencana transaksi valuta asing.
Kurs dolar di perbankan ikut bergerak. Empat bank besar — BCA, BRI, Mandiri, dan BNI — memperbarui daftar kurs jual dan beli. Selisih tipis antar bank menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang hendak menukar uang atau membayar transaksi internasional.
Berapa Kurs Jual dan Beli di Masing-Masing Bank?
Berdasarkan pantauan terbaru, BCA memasang kurs jual Rp17.450 per dolar dan kurs beli Rp17.300. BRI mencatat kurs jual Rp17.465, kurs beli Rp17.285. Mandiri menawarkan kurs jual Rp17.475 dan kurs beli Rp17.325. Sementara BNI mematok kurs jual Rp17.460 serta kurs beli Rp17.310. Selisih antara kurs jual dan beli inilah yang menjadi biaya transaksi alias spread yang ditanggung nasabah.
Pelemahan Rupiah: Apa yang Terjadi?
Tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal. Indeks dolar AS menguat di pasar global, ditambah ketidakpastian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed). Mata uang negara berkembang seperti Indonesia terus tertekan. Analis mencatat data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu aliran modal keluar dari pasar Asia.
Di dalam negeri, pasar mencermati kebijakan Bank Indonesia yang masih berupaya menstabilkan nilai tukar melalui intervensi. Namun, tekanan global yang besar membuat pergerakan rupiah sulit dikendalikan dalam jangka pendek.
Langkah yang Bisa Dilakukan Masyarakat
Bagi masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri atau membayar tagihan dalam dolar, waktu penukaran menjadi krusial. Pantau kurs secara real-time melalui aplikasi mobile banking masing-masing bank. Beberapa bank juga menawarkan fasilitas lock rate atau simpanan valas untuk mengantisipasi fluktuasi lebih lanjut.
Pelemahan rupiah ke level Rp17.395 ini mengingatkan bahwa volatilitas pasar keuangan masih tinggi. Keputusan bertransaksi sebaiknya didasarkan pada kebutuhan, bukan spekulasi jangka pendek.