SULAWESI BARAT — Setelah bertahun-tahun menjadi pemasok komponen untuk merek mobil rintisan seperti Fisker dan Lordstown, Foxconn akhirnya meluncurkan mobil atas nama sendiri di bawah sub-merek Foxtron. Cavira adalah model kedua setelah hatchback Bria tahun lalu, dan langsung menyasar segmen paling panas di pasar kendaraan listrik global: crossover medium.
Foxtron Cavira hadir dalam dua pilihan. Pertama, varian Emerge Long-Range Edition yang menggunakan satu motor listrik di roda belakang dengan tenaga 249 hp. Varian ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 578 km dalam sekali pengisian daya.
Kedua, varian Pioneer Long-Range Performance Edition dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga total 468 hp dan penggerak semua roda (AWD). Akselerasi 0-100 km/jam hanya 3,8 detik, namun jarak tempuh turun menjadi 538 km. Kedua varian menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 82,7 kWh yang mendukung pengisian cepat DC 175 kW, dari 10-80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Cavira memiliki panjang 4.695 mm dengan jarak sumbu roda 2.920 mm. Angka ini membuatnya sedikit lebih panjang dari Ford Mustang Mach-E dan Chevy Blazer EV. Desain eksteriornya mengikuti gaya keluarga Foxtron yang sudah diperkenalkan pada Bria, dengan tampilan crossover medium yang konvensional namun modern.
Di dalam kabin, sentuhan khas perusahaan elektronik terasa kuat. Layar sentuh 15,4 inci mendominasi dasbor, persis seperti tablet raksasa. Kluster instrumen digital di belakang setir dan minimnya tombol fisik menegaskan identitas mobil listrik. Sistem audio 12-speaker dan fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya 1.900 watt juga tersedia untuk menyalakan peralatan listrik saat berkemah.
Foxtron melengkapi Cavira dengan paket keselamatan standar: sistem monitor pengemudi, deteksi titik buta, kamera 360 derajat, dan peringatan lalu lintas belakang. Fitur ADAS ringan seperti cruise control adaptif dengan bantuan lajur dan traffic jam assist juga disertakan.
Harga Cavira dibanderol mulai dari USD 40.000 atau sekitar Rp 640 juta (kurs Rp 16.000). Namun, Foxconn hampir tidak memiliki rencana untuk menjual mobil ini di Amerika Serikat. Pasar utama Cavira kemungkinan besar adalah Taiwan dan negara-negara Asia lainnya, mengingat Foxtron merupakan joint venture dengan Yulon Motor asal Taiwan.