MAMUJU — Ketua DPC GMNI Mamuju Dicky Wahyudi menyampaikan tuntutan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di sela kegiatan bertema "Sejarah Indonesia adalah Sejarah Pemuda". Sebelum menyampaikan tuntutan, kader GMNI Mamuju membacakan Sumpah Pemuda secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat persatuan generasi muda.
Menurut Dicky, persoalan karhutla membutuhkan penanganan serius dan terkoordinasi dari pemerintah pusat. Penetapan status bencana nasional dinilai perlu agar perlindungan masyarakat, penanggulangan bencana, serta pemulihan wilayah terdampak berjalan maksimal.
Mengapa GMNI Mamuju Minta IUP Tambang LTJ PT Perminas Dicabut
Selain soal karhutla, GMNI Mamuju menuntut Presiden Prabowo mencabut izin usaha pertambangan logam tanah jarang yang dipegang PT Perminas. Tuntutan itu disampaikan dalam konferensi pers yang sama, Kamis (28/10/2026), dan dikirimkan kepada wartawan melalui keterangan tertulis.
Dicky menyebut tiga tuntutan disampaikan sekaligus dalam momentum Sumpah Pemuda. Panggung Ekspresi digelar sebagai ruang bagi kaum muda untuk merefleksikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menyuarakan persoalan yang butuh perhatian pemerintah.
Tiga Tuntutan GMNI Mamuju kepada Presiden Prabowo
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional.
- Meminta pemerintah pusat menangani karhutla secara serius dan terkoordinasi, termasuk perlindungan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak.
- Menuntut pencabutan izin usaha pertambangan logam tanah jarang PT Perminas.
"Mendesak Presiden Prabowo Subianto, untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional," kata Dicky dalam keterangan tertulis yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan.
Dicky menambahkan, GMNI Mamuju menilai persoalan karhutla butuh penanganan serius dan terkoordinasi dari pemerintah pusat. Tujuannya memastikan perlindungan masyarakat, penanggulangan bencana, serta pemulihan wilayah terdampak berjalan maksimal.
Panggung Ekspresi Jadi Ruang Refleksi Sejarah Pemuda
Kegiatan DPC GMNI Mamuju dirangkai dengan pembacaan Sumpah Pemuda sebelum acara utama digelar. Pembacaan itu disebut sebagai penghormatan terhadap semangat persatuan dan perjuangan generasi muda dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Panggung Ekspresi mengusung tema "Sejarah Indonesia adalah Sejarah Pemuda". Lewat tema itu, GMNI Mamuju menempatkan kaum muda sebagai pihak yang merefleksikan kembali sejarah perjuangan bangsa dan menyuarakan persoalan yang membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah pusat maupun Pemprov Sulawesi Barat terkait tiga tuntutan tersebut. GMNI Mamuju menyatakan akan terus mendorong agar tuntutan mereka mendapat respons konkret.