Pencarian

Krom Bank Gandeng SHIELD, 100% Aksi Screen-Sharing Penipu Terdeteksi

Minggu, 11 Oktober 2026 • 13:34:31 WIB
Krom Bank Gandeng SHIELD, 100% Aksi Screen-Sharing Penipu Terdeteksi
Krom Bank menggandeng SHIELD untuk memblokir penipuan digital bermodus aplikasi palsu terhadap nasabah bank digital.

SULAWESI BARAT — PT Krom Bank Indonesia Tbk menggandeng platform fraud intelligence global, SHIELD, untuk memblokir penipuan digital bermodus aplikasi palsu yang menyasar nasabah bank digital. Integrasi teknologi Device-First Fraud Intelligence ini mencatatkan deteksi 100% terhadap upaya screen-sharing dan remote access berbahaya. Langkah ini merespons maraknya sindikat yang menyebarkan aplikasi IKD fiktif untuk membajak akun perbankan.

Ancaman penipuan digital terhadap nasabah bank digital di Indonesia meningkat dengan pola serangan yang makin terkoordinasi. Pelaku tidak lagi hanya mengandalkan pesan tipuan, tetapi menyebarkan aplikasi berbahaya yang menyamar sebagai layanan publik populer seperti Identitas Kependudukan Digital (IKD) fiktif melalui WhatsApp dan media sosial.

Setelah korban memasang aplikasi tersebut, pelaku meminta korban login ke aplikasi bank digital. Dari situ, sindikat mengambil alih sesi aktif nasabah dengan memanfaatkan fitur perekaman layar (screen-sharing) dan pengoperasian jarak jauh (remote access).

Modus Deepfake AI yang Kian Rapi

Sindikat penipu juga mengadopsi teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan untuk membuat audio atau video buatan yang sangat mirip dengan petugas bank, pejabat pemerintah, atau kerabat korban. Manipulasi ini dipakai untuk mendesak korban segera mentransfer dana.

Kombinasi aplikasi bodong, pengambilalihan sesi, dan deepfake membuat taktik rekayasa sosial (social engineering) makin sulit dikenali nasabah awam. Serangan berjalan bertahap di latar belakang perangkat korban, bukan dalam satu momen tunggal.

Benteng Deteksi Perilaku Perangkat

Krom Bank mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence milik SHIELD yang memantau perilaku perangkat secara real-time di sepanjang sesi transaksi nasabah. Teknologi ini bekerja sejak nasabah login hingga logout, bukan hanya saat transaksi terjadi.

Penerapan sistem tersebut mencatatkan tiga hasil utama: 100% upaya pembagian layar dan remote access berbahaya berhasil terdeteksi langsung, kemampuan mendeteksi potensi pengambilalihan akun meningkat 10 kali lipat, dan respons penghentian aksi fraud menjadi 95% lebih cepat.

App Hardening Statis Dinilai Tak Cukup

Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, menegaskan sistem pengamanan aplikasi biasa yang bersifat statis (app hardening) sudah tidak memadai untuk menahan gempuran kejahatan siber modern.

"Seiring dengan semakin canggihnya teknologi fraud berbasis AI yang dihadapi Krom Bank, kami melihat bahwa solusi app hardening statis saja tidak cukup. SHIELD hadir sebagai lapisan pertahanan yang cukup penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai teknologi fraud yang semakin canggih dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna," jelas Tan Alie.

Founder & CEO SHIELD, Justin Lie, menambahkan bahwa penipuan digital saat ini berkembang secara perlahan di latar belakang perangkat korban.

"Fraud modern tidak terjadi dalam sekejap. Ia berkembang sepanjang sesi berlangsung, sering kali memanfaatkan berbagai tools canggih yang dirancang agar tetap tersembunyi. SHIELD memberikan kemampuan bagi bank seperti Krom Bank untuk mengidentifikasi setiap perangkat dan mendeteksi setiap tools berbahaya secara real-time," ungkap Justin Lie, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Dampak ke Nasabah dan Industri

Bagi nasabah bank digital, lapisan keamanan ini memungkinkan transaksi berjalan tanpa khawatir akun diintai aplikasi palsu maupun sindikat kejahatan siber. Perlindungan berlangsung tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna.

Langkah Krom Bank mencerminkan pergeseran pendekatan keamanan di sektor perbankan digital Indonesia: dari sekadar memperkuat aplikasi menjadi memantau perilaku perangkat secara berkelanjutan. Model kemitraan dengan penyedia fraud intelligence global seperti SHIELD berpotensi menjadi rujukan bagi bank digital lain yang menghadapi ancaman serupa.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks