MAMUJU — Penyerahan premi menjadi penutup rangkaian pembinaan kemandirian yang dijalankan Rutan Kelas IIB Mamuju. Iskandar menyerahkan langsung penghargaan itu kepada warga binaan yang dinilai paling aktif mengelola lahan SAE Ketahanan Pangan.
Program SAE memberi ruang bagi warga binaan untuk terlibat penuh dalam aktivitas pertanian. Mereka menanam, merawat, hingga memanen sayuran sendiri. Hasil panen itulah yang kemudian dijual dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Apa Itu SAE Ketahanan Pangan di Rutan Mamuju?
SAE atau Sarana Asimilasi dan Edukasi adalah wadah pembinaan yang mempertemukan pelatihan keterampilan dengan kegiatan produktif. Di Rutan Mamuju, wadah itu difokuskan pada sektor ketahanan pangan lewat budidaya sayuran.
Kegiatan pertanian dipilih bukan tanpa alasan. Selain melatih keterampilan teknis, menggarap lahan menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarwarga binaan. Nilai-nilai itu yang ingin ditanamkan selama masa pidana.
Premi untuk Warga Binaan: Sebagian Disimpan Jadi Tabungan
Premi yang diterima warga binaan bisa dipakai memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di rutan. Sebagian lagi disimpan sebagai tabungan.
Iskandar menyebut tabungan itu disiapkan sebagai bekal finansial saat mereka menyelesaikan masa pidana. "Pemberian premi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan kesungguhan Warga Binaan dalam menjalankan kegiatan di SAE Ketahanan Pangan," ujarnya.
Ia berharap penghargaan tersebut memacu produktivitas dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam setiap pekerjaan. Menurutnya, pembinaan kemandirian tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola hasil kerja.
Dari situ, warga binaan diharapkan memahami pentingnya menabung dan merencanakan kebutuhan setelah bebas.
Dorongan Karutan Mamuju agar Pembinaan Beri Manfaat Nyata
Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju Sudirman menegaskan premi adalah bentuk dukungan terhadap pembinaan yang produktif. Ia ingin setiap kegiatan memberi manfaat nyata, bukan sekadar keterampilan.
"Pembinaan kemandirian menjadi salah satu upaya kami untuk mempersiapkan Warga Binaan agar mampu hidup mandiri setelah bebas nanti," jelasnya.
Sudirman berharap SAE Ketahanan Pangan terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pemberdayaan. Keterampilan bertani yang diperoleh diharapkan bisa menjadi peluang usaha atau sumber penghidupan setelah kembali ke masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Mamuju menghadirkan pembinaan yang menyentuh perubahan perilaku, peningkatan keterampilan, dan kesiapan berintegrasi kembali di tengah warga.