POLMAN — Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor di pertigaan Dusun Tulung Agung, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka, Jumat (28/8). Ketiga korban langsung mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pratama Wonomulyo.
Peristiwa ini berawal saat sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DP 2828 LU yang dikendarai Lasmiaton (54) melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di pertigaan, ia berbelok ke arah selatan menuju rumahnya.
Dari arah belakang, melaju sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DC 2615 CR yang dikendarai ZS, seorang pelajar asal Desa Kurma, Kecamatan Mapilli. Ia tengah membonceng AF, pelajar asal Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli. Pengendara Beat diduga kaget dengan manuver mendadak kendaraan di depannya sehingga benturan tak dapat dihindarkan.
Korban Mengalami Luka Robek dan Lecet
Benturan keras itu menyebabkan ZS mengalami luka robek pada jidat, pipi, dan telinga, serta pembengkakan di pipi kanan. Sementara itu, AF menderita luka gores pada lutut dan siku kanan. Lasmiaton tak luput dari cedera, ia mengalami luka robek pada jidat dan luka pada kaki kanan.
Bukan hanya korban jiwa, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan. Bagian segitiga depan Honda Beat bengkok dan spion kanan Honda Scoopy rusak. Polisi memperkirakan kerugian material akibat kecelakaan ini mencapai sekitar Rp500 ribu.
Polisi Amankan Barang Bukti dan Periksa Saksi
Panit Lantas Polsek Urban Wonomulyo, Ipda Amiruddin Alle, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel Piket Siaga dan Piket Lantas ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
"Petugas memeriksa lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan kedua sepeda motor ke Polsek Urban Wonomulyo sebagai barang bukti," kata Amiruddin dalam keterangannya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari dua orang saksi, yaitu Sugianto (46) dan Kasmirah (75), yang merupakan warga Desa Bumiayu. Penanganan perkara ini dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan pelayanan optimal bagi para korban.