MAMUJU — Rombongan DKPPKB Sulbar diterima langsung oleh Tim Inovasi dan Agen Perubahan RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Dalam pertemuan itu, mereka memaparkan strategi penguatan budaya organisasi serta implementasi berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang telah berjalan di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.
MALABBI menjadi salah satu program unggulan yang diperkenalkan. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan bayi melalui sistem yang lebih terintegrasi, responsif, dan berfokus pada keselamatan pasien.
Mengapa MALABBI Jadi Bahan Studi Tiru?
Program MALABBI dinilai relevan dengan kebutuhan DKPPKB yang membidangi urusan kesehatan keluarga dan pengendalian penduduk. Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari strategi membangun budaya inovasi sekaligus mempercepat transformasi pelayanan publik.
“Budaya BerAKHLAK harus diwujudkan melalui aksi nyata. Salah satunya dengan belajar dari praktik-praktik terbaik yang telah dikembangkan perangkat daerah lain. Inovasi seperti MALABBI menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Nilai BerAKHLAK Jadi Fondasi Birokrasi
Selain berbagi inovasi teknis, kegiatan ini juga menegaskan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—sebagai fondasi birokrasi yang profesional.
Penguatan budaya kerja ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Panca Daya ke-3, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan kolaboratif.
Apa Dampaknya bagi Pelayanan Kesehatan di Sulbar?
Melalui kegiatan sharing benchmarking ini, DKPPKB Sulbar berharap semangat inovasi dan kolaborasi semakin tumbuh di seluruh unit kerja. Targetnya, kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat bisa terus meningkat, lebih efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak berhenti pada kebijakan administratif, tetapi mendorong lahirnya inovasi yang bisa dirasakan langsung oleh pasien, khususnya ibu dan bayi di wilayah Sulawesi Barat. (Adv/Rls)